ITime.id .Salatiga – 13 Agustus 2026 Tempurung kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah dan berakhir di tempat sampah, kini mulai memiliki nilai guna. Melalui proses pengolahan sederhana, tempurung kelapa dapat diubah menjadi briket, bahan bakar alternatif yang bisa digunakan untuk menggantikan minyak tanah di tungku dapur warga.
Kehadiran briket tempurung kelapa menjadi salah satu inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional.
Tempurung kelapa terlebih dahulu dikeringkan, kemudian melalui proses pembakaran hingga menjadi arang. Arang tersebut selanjutnya dihaluskan dan dicampur dengan bahan perekat sebelum dicetak menjadi briket. Setelah dikeringkan, briket siap digunakan sebagai bahan bakar.
Bagi warga, pemanfaatan briket ini memberikan dua manfaat sekaligus. Selain membantu mengurangi limbah tempurung kelapa yang biasanya dibuang, hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Briket juga memiliki waktu pembakaran yang relatif lama dan dapat menghasilkan panas yang cukup untuk berbagai aktivitas memasak. Dengan pengolahan yang tepat, limbah yang sebelumnya tidak bernilai bisa berubah menjadi sumber energi alternatif yang lebih bermanfaat.
Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket juga sejalan dengan upaya mengembangkan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Limbah tidak langsung dibuang, tetapi diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan kegunaan.
Ke depan, pengolahan briket tempurung kelapa berpotensi dikembangkan menjadi usaha masyarakat. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, briket juga dapat dipasarkan sebagai bahan bakar alternatif untuk pelaku usaha kuliner maupun kebutuhan lainnya.
Dari tempurung kelapa yang sebelumnya dianggap sampah, kini lahir energi alternatif. Briket menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga pun dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
(Reina)
