ITime.id.MAGELANG – 13 Agustus 2026 .Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan di Kabupaten Magelang. Salah satunya melalui pagelaran wayang kulit yang digelar di Desa Kalisalak, Kabupaten Magelang.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Magelang sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, filosofi kehidupan, serta pesan moral yang terkandung dalam cerita pewayangan.
DPRD Kabupaten Magelang mendorong agar kegiatan seni dan budaya seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan. Pelestarian budaya dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, desa, seniman, komunitas budaya hingga masyarakat.
Desa Kalisalak menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati kesenian tradisional. Antusiasme warga dalam menyaksikan pertunjukan wayang kulit menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Selain mempertahankan warisan budaya, pagelaran wayang kulit juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Melalui pertunjukan tersebut, anak-anak dan kaum muda dapat mengenal lebih dekat kesenian Jawa yang sarat dengan nilai sejarah, etika, gotong royong dan kehidupan bermasyarakat.
Pelestarian budaya juga memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jika dikemas secara konsisten, kegiatan budaya di desa dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM setempat.
Dengan dukungan DPRD, pemerintah daerah dan masyarakat, pagelaran wayang kulit diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Namun, menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga identitas budaya Kabupaten Magelang agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Reina)
