ITime. Id.Yogyakarta – 13 Agustus 2026 .Ribuan butir telur dan ayam dibagikan secara gratis kepada masyarakat di kawasan Malioboro, Yogyakarta, sebagai bentuk aksi protes para peternak terhadap anjloknya harga jual hasil ternak. Aksi ini menarik perhatian warga dan wisatawan yang melintas di salah satu pusat keramaian Kota Yogyakarta tersebut.
Para peternak mengaku terpaksa melakukan aksi pembagian ayam dan telur karena harga jual di tingkat peternak terus merosot, sementara biaya produksi, terutama harga pakan ternak, masih tergolong tinggi. Kondisi ini membuat banyak peternak mengalami kerugian dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut para peternak, harga ayam hidup dan telur di pasaran turun hingga ratusan rupiah per kilogram maupun per butir, sehingga tidak mampu menutup biaya operasional. Kenaikan harga pakan, obat-obatan, serta kebutuhan perawatan ternak semakin memperberat beban usaha mereka.
Aksi pembagian gratis tersebut juga menjadi simbol keresahan para peternak yang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga hasil peternakan. Mereka meminta adanya kebijakan yang dapat melindungi peternak rakyat agar tetap mampu bertahan di tengah fluktuasi pasar.
Warga yang menerima pembagian ayam dan telur menyambut baik aksi tersebut. Namun di balik pembagian gratis itu, tersimpan pesan penting mengenai kondisi sulit yang sedang dihadapi para peternak. Banyak warga berharap persoalan harga pakan dan harga jual hasil ternak dapat segera mendapatkan solusi.
Peristiwa di Malioboro ini menjadi pengingat bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dukungan kebijakan yang berpihak kepada peternak dinilai sangat diperlukan agar usaha peternakan rakyat tetap hidup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
(Reina)
