ITime.id .JAKARTA –25 Agustus 2026 Fenomena astronomi gerhana Bulan akan menghiasi langit pada akhir Agustus 2026. Gerhana Bulan yang terjadi pada 28 Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena langit yang menarik perhatian masyarakat, termasuk di Indonesia.
Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang oleh Bumi. Fenomena tersebut hanya dapat terjadi ketika posisi ketiganya berada dalam susunan tertentu.
Namun, tidak seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan seluruh tahapan gerhana. Dari Indonesia, fenomena tersebut hanya dapat diamati sebagian, bergantung pada lokasi pengamat dan waktu terjadinya gerhana.
Wilayah yang mengalami waktu Bulan terbit atau terbenam berdekatan dengan fase gerhana kemungkinan hanya dapat melihat sebagian prosesnya. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan waktu terbit Bulan dan fase gerhana di masing-masing daerah.
Fenomena gerhana Bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan pada dasarnya tidak memerlukan alat pelindung khusus seperti ketika mengamati gerhana Matahari. Masyarakat juga dapat menggunakan teropong atau teleskop untuk memperoleh pandangan yang lebih jelas.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya, kondisi cuaca menjadi faktor penting. Langit yang cerah akan membuat proses pengamatan jauh lebih mudah, sedangkan awan tebal dapat menghalangi pandangan terhadap Bulan.
Gerhana Bulan juga menjadi momentum menarik bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh fenomena astronomi. Pengamatan dapat dilakukan bersama keluarga maupun komunitas astronomi, sembari memahami bagaimana peristiwa alam tersebut terjadi.
Catatan: Waktu dan tahapan gerhana yang terlihat berbeda-beda di setiap daerah Indonesia. Karena itu, informasi waktu pengamatan sebaiknya disesuaikan dengan lokasi masing-masing agar masyarakat tidak melewatkan fenomena langit tersebut.
(Reina)
