ITime.id .BLORA, Jawa Tengah – 30 Agustus 2026 .Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora mulai menunjukkan geliat sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sejumlah gerai KDKMP yang telah beroperasi bahkan mampu mencatat omzet penjualan rata-rata mencapai Rp1,2 juta per hari. Namun, besaran omzet tersebut tidak sama di setiap gerai karena dipengaruhi jenis usaha, kebutuhan masyarakat, serta ketersediaan barang yang dijual.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0721/Blora, Maningsun, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa KDKMP yang telah beroperasi mulai menjalankan aktivitas ekonominya.
“Dari sejumlah koperasi yang sudah beroperasi, omzet atau penjualannya rata-rata bisa mencapai Rp1,2 juta. Meskipun ada pula yang omzet penjualannya Rp600 ribuan karena disesuaikan dengan jenis dan ketersediaan barang yang terdapat di masing-masing gerai,” kata Maningsun di Blora, Sabtu.
Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 295 KDKMP di Kabupaten Blora telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 lokasi telah terbangun secara fisik.
Namun, belum seluruh gerai yang telah dibangun dapat menjalankan kegiatan perdagangan. Saat ini baru 55 lokasi yang sudah melakukan transaksi, sedangkan 178 lokasi lainnya telah selesai dibangun tetapi masih menunggu sejumlah kelengkapan sebelum dapat beroperasi.
Kelengkapan tersebut antara lain sarana dan prasarana pendukung serta distribusi barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing gerai.
Stok Barang Menjadi Perhatian
Selain pembangunan fisik dan kelengkapan sarana prasarana, ketersediaan barang menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi KDKMP yang telah beroperasi.
Menurut Maningsun, ketika stok barang mulai menipis atau bahkan habis, pengelola perlu segera menyampaikan informasi kepada pihak terkait agar pasokan dapat kembali dikirim.
“Kalau stok barang di KDKMP sudah menipis bahkan habis, harapannya bisa segera diisi ataupun dikirim,” ujarnya.
Kelancaran distribusi menjadi penting karena keberadaan KDKMP diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai kebutuhan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan desa dan kelurahan.
Dengan pasokan barang yang terjaga, gerai koperasi diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan volume transaksi dan omzet dari waktu ke waktu.
62 Lokasi Masih Menunggu Lahan
Sementara itu, dari total 295 KDKMP yang telah berbadan hukum, masih terdapat 62 lokasi yang belum terbangun.
Pembangunan di puluhan titik tersebut masih terkendala kesiapan lahan dan proses perizinan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan lokasi yang akan digunakan memenuhi persyaratan.
Setelah kesiapan lahan dan administrasi terpenuhi, usulan pembangunan akan dilaporkan kepada pihak Agrinas untuk ditindaklanjuti.
Kodim 0721/Blora berharap berbagai kendala tersebut dapat segera diselesaikan sehingga seluruh KDKMP yang telah direncanakan dapat segera berdiri dan menjalankan kegiatan usaha.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Keberadaan KDKMP diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik gerai. Lebih dari itu, koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
Aktivitas perdagangan yang mulai berjalan dinilai dapat menjadi awal bagi pengembangan usaha koperasi, terutama apabila didukung dengan ketersediaan barang, pengelolaan yang baik, serta kebutuhan masyarakat yang menjadi dasar dalam menentukan jenis produk yang dijual.
Capaian omzet rata-rata Rp1,2 juta per hari dari sejumlah gerai yang sudah bertransaksi juga menjadi gambaran awal adanya aktivitas ekonomi yang mulai tumbuh.
Meski demikian, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar seluruh KDKMP dapat beroperasi secara optimal.
Maningsun berharap 295 KDKMP di Kabupaten Blora seluruhnya dapat terbangun dan beroperasi sesuai target pemerintah pada akhir 2026.
Dengan semakin banyak gerai yang aktif, KDKMP diharapkan mampu memperluas aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
(Reina)
