ITime.id .LUMAJANG —30 Agustus 2026 . Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena titik api berada di kawasan Blok Ranu Kembang yang lokasinya berada di atas Ranu Kumbolo.
Situasi ini membuat petugas mengambil langkah cepat untuk mengutamakan keselamatan para pendaki. Sekitar 170 pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo diminta turun lebih awal dan mendapat pendampingan petugas.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kobaran api terus meluas dan mendekati kawasan yang menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki Gunung Semeru.
Api Membakar Kawasan Lereng Semeru
Kebakaran terjadi di kawasan hutan yang memiliki medan cukup sulit. Kondisi lereng yang terjal dan akses yang tidak mudah membuat penanganan kebakaran menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Tim gabungan kemudian bergerak untuk memastikan tidak ada pendaki yang masih berada di kawasan berisiko.
Para pendaki diarahkan turun melalui jalur yang telah ditentukan dengan pendampingan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
170 Pendaki Dipastikan Aman
Proses evakuasi terhadap sekitar 170 pendaki dilakukan secara bertahap. Para pendaki diminta mematuhi arahan petugas dan tidak melakukan perjalanan sendiri di tengah kondisi kawasan yang sedang terdampak kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan bukan karena seluruh kawasan Ranu Kumbolo telah terbakar, melainkan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari risiko apabila api berkembang akibat kondisi cuaca dan arah angin.
Petugas memastikan para pendaki yang dievakuasi berada dalam kondisi aman.
Pendakian Gunung Semeru Ditutup
Sebagai langkah pengamanan, aktivitas pendakian Gunung Semeru untuk sementara ditutup. Masyarakat dan calon pendaki diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan pendakian sebelum ada informasi resmi dari pengelola.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api sekaligus berupaya mengendalikan kebakaran.
Kawasan Gunung Semeru memiliki ekosistem penting dan menjadi salah satu destinasi pendakian populer di Jawa Timur. Karena itu, selain keselamatan manusia, penanganan kebakaran juga menjadi penting untuk mencegah kerusakan kawasan hutan yang lebih luas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan dan pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, status kawasan serta mengikuti seluruh instruksi petugas ketika berada di kawasan pegunungan.
Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama. Dengan dievakuasinya sekitar 170 orang dari Ranu Kumbolo, diharapkan seluruh pendaki dapat keluar dari kawasan berisiko tanpa ada korban.
(Reina)
