iTime.id .JAWA TENGAH –41 Agustus 2026 . Gerakan menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Tanaman yang telah ditanam harus dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Jawa Tengah H. Sumanto, S.H., dari Partai Demokrat, saat mengingatkan para relawan yang terlibat dalam gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan.
H. Sumanto menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap kegiatan penanaman pohon. Menurutnya, keberhasilan program penghijauan bukan diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang mampu bertahan hidup dan tumbuh hingga besar.
“Jangan hanya menanam kemudian ditinggalkan. Pohon yang sudah ditanam harus dirawat dan dijaga supaya tumbuh dengan baik,” ujar H. Sumanto.
Ia juga mengajak para relawan dan masyarakat untuk terus menghidupkan semangat “jogo kali” atau menjaga sungai. Menurutnya, sungai merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama, mulai dari kebersihan hingga kondisi lingkungan di sepanjang alirannya.
Menjaga sungai, lanjutnya, tidak hanya dilakukan dengan membersihkan sampah. Lingkungan di sekitar sungai juga perlu dihijaukan dengan tanaman yang sesuai sehingga kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang lebih baik.
Pepohonan dapat membantu menjaga kondisi tanah, mengurangi potensi erosi serta mendukung kawasan resapan air. Karena itu, kegiatan penghijauan di sekitar sungai perlu dibarengi dengan pemeliharaan secara rutin.
H. Sumanto berharap para relawan tidak kehilangan semangat setelah kegiatan penanaman selesai. Perawatan dapat dilakukan secara sederhana, seperti memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, membersihkan gulma di sekitarnya dan melindungi tanaman dari kerusakan.
Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut merasa memiliki tanaman yang telah ditanam. Dengan keterlibatan warga, keberlangsungan program penghijauan dinilai akan lebih terjamin.
Jogo Kali Harus Menjadi Kebiasaan
Semangat jogo kali juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu. Masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga lingkungan sekitar dari berbagai aktivitas yang dapat merusak ekosistem.
Menurut H. Sumanto, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan partisipasi masyarakat, komunitas, relawan dan berbagai pihak agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan investasi jangka panjang. Pohon yang dirawat hari ini mungkin baru memberikan manfaat besar beberapa tahun kemudian, tetapi manfaat tersebut akan dirasakan oleh generasi berikutnya.
Karena itu, ia kembali mengingatkan agar kegiatan penanaman pohon tidak hanya menjadi agenda seremonial.
Menanam adalah awal dari sebuah gerakan. Merawat hingga pohon tumbuh besar adalah bentuk tanggung jawab bersama.
Melalui semangat tersebut, H. Sumanto berharap gerakan penghijauan sekaligus jogo kali dapat terus berkembang di Jawa Tengah dan menjadi budaya masyarakat dalam menjaga lingkungan.
(Reina)
