ITime.id .JAKARTA —2 September 2026 Bagi sebagian warga Jakarta, suara mesin bajay dan bemo yang melintas di jalanan merupakan bagian dari kenangan kehidupan Ibu Kota pada masa lalu. Kedua angkutan umum tersebut pernah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya.
Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan sistem transportasi perkotaan, keberadaan bajay dan bemo kini semakin sulit ditemukan. Jumlahnya terus menyusut dan ruang geraknya pun tidak lagi seperti beberapa dekade silam.
Bemo yang dahulu mudah ditemui di berbagai ruas jalan Jakarta perlahan menghilang dari pemandangan. Kendaraan mungil dengan ciri khasnya tersebut pernah menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat, terutama untuk perjalanan jarak pendek.
Sementara itu, bajay juga mengalami perubahan. Kendaraan roda tiga yang dahulu identik dengan suara mesin dan asap knalpot kini semakin jarang terlihat di sejumlah kawasan Jakarta. Sebagian bajay lama telah beralih menggunakan mesin yang lebih ramah lingkungan dan menyesuaikan dengan aturan transportasi yang berlaku.
Perubahan tersebut tidak lepas dari modernisasi transportasi Jakarta. Kehadiran TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, KRL Commuter Line, serta berbagai layanan transportasi berbasis aplikasi membuat pilihan mobilitas warga semakin beragam.
Bagi generasi yang tumbuh pada era kejayaan bajay dan bemo, menyusutnya jumlah kendaraan tersebut bukan sekadar perubahan moda transportasi. Ada kenangan tentang wajah Jakarta yang ikut perlahan menghilang.
Bajay dan bemo pernah menjadi bagian dari denyut kehidupan Ibu Kota. Kendaraan sederhana itu mengantar pedagang ke pasar, pekerja menuju tempat kerja, hingga anak-anak dan keluarga melakukan perjalanan sehari-hari.
Kini, keberadaan keduanya lebih banyak menjadi bagian dari sejarah perkembangan transportasi Jakarta. Di tengah tuntutan kota modern yang membutuhkan transportasi cepat, aman, nyaman, dan rendah emisi, bajay dan bemo harus beradaptasi agar tetap dapat bertahan.
Meski jumlahnya semakin menyusut, jejak bajay dan bemo tetap melekat dalam ingatan warga Jakarta. Keduanya menjadi saksi perubahan Ibu Kota dari kota dengan angkutan sederhana menuju metropolitan dengan jaringan transportasi publik yang semakin terintegrasi.
Bukan sekadar kendaraan, bajay dan bemo adalah potongan sejarah Jakarta yang pernah begitu dekat dengan kehidupan masyarakat.
(Reina)
