ITime.id .JAKARTA —7 September 2026 .Di tengah perkembangan zaman modern yang semakin dekat dengan anak-anak melalui teknologi, gim, media sosial, hingga berbagai hiburan digital, masih ada generasi muda yang memilih jalan berbeda.
Salah satunya adalah Kitara Arturo, bocah berusia 12 tahun yang justru memilih menekuni dunia pedalangan dan wayang kulit.
Pilihan Kitara menjadi dalang cilik menarik perhatian karena kesenian wayang kulit bukanlah hiburan yang mudah digemari anak-anak seusianya. Ketika banyak anak lebih akrab dengan gawai dan hiburan modern, Kitara justru belajar mengenal tokoh-tokoh pewayangan, cerita tradisional, suara gamelan, hingga teknik memainkan wayang.
Kecintaannya terhadap dunia pedalangan menjadi gambaran bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda.
Menjadi dalang bukan sekadar memainkan wayang di balik kelir. Seorang dalang juga dituntut mampu menguasai cerita, karakter tokoh, dialog, suara, hingga memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap lakon.
Bagi Kitara, dunia pedalangan menjadi ruang untuk belajar sekaligus menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Keberadaan dalang cilik seperti Kitara juga menjadi pesan penting bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan oleh generasi tua. Anak-anak dan generasi muda pun dapat mengambil peran dengan cara mereka masing-masing.
Justru di tengah derasnya arus modernisasi, munculnya generasi seperti Kitara memberikan harapan bahwa wayang kulit tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat terus hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Perjalanan Kitara tentu masih panjang. Namun, pilihannya di usia 12 tahun untuk belajar menjadi dalang menunjukkan sebuah keberanian: mencintai budaya sendiri di tengah dunia yang terus berubah.
Jika terus mendapatkan dukungan dari keluarga, lingkungan, komunitas seni, dan masyarakat, bukan tidak mungkin Kitara Arturo kelak menjadi salah satu dalang muda yang ikut membawa wayang kulit ke panggung generasi baru.
Wayang boleh berasal dari masa lalu, tetapi tangan-tangan muda seperti Kitara dapat menjadi alasan mengapa kisahnya tetap hidup di masa depan.
(Reina)
