ITime.id SALATIGA – 9 September 2026 .Ancaman El Niño yang dapat memicu kemarau panjang, kekeringan, serta berkurangnya produksi pangan menjadi perhatian pemerintah. Berbagai langkah antisipasi mulai disiapkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan bantuan beras subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, ketika kondisi cuaca ekstrem berdampak terhadap sektor pertanian dan harga kebutuhan pokok.
El Niño dapat menyebabkan curah hujan menurun di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi masa tanam dan hasil produksi pertanian apabila berlangsung cukup lama.
Melalui bantuan beras dengan harga yang lebih terjangkau, pemerintah diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman perubahan cuaca.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok beras dan perkembangan harga di pasaran.
Selain bantuan pangan, langkah antisipasi El Niño perlu dilakukan melalui pengelolaan sumber air, efisiensi penggunaan air untuk pertanian, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani dan masyarakat.
Bantuan beras subsidi diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari dampak ekonomi akibat kemarau panjang.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau meskipun ancaman El Niño berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi pertanian dan harga kebutuhan pokok.
(Reina)
