ITime.id .JAKARTA —9 September 2026 . Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah meningkatkan secara signifikan anggaran untuk mitigasi bencana. Langkah tersebut dinilai penting menyusul rentetan bencana dan kondisi kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana alam melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Prabowo menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah harus memiliki sumber daya dan peralatan yang cukup sejak sebelum keadaan darurat muncul.
Menurut Presiden, posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat berbagai wilayah memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi. Karena itu, penguatan mitigasi harus menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah.
“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut, sebagaimana diberitakan ANTARA.
Prabowo juga meminta agar perencanaan mitigasi menggunakan prinsip kesiapan di atas kebutuhan minimum. Artinya, pemerintah diharapkan memiliki cadangan sarana dan personel yang memadai ketika menghadapi situasi darurat.
Sejumlah kebutuhan yang disoroti antara lain penambahan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran hingga ekskavator berukuran kecil yang dapat ditempatkan di tingkat desa, terutama wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.
Rentetan Bencana Jadi Peringatan
Dorongan peningkatan anggaran tersebut muncul ketika Indonesia menghadapi berbagai persoalan kebencanaan. Salah satunya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Kondisi kebakaran juga menjadi perhatian serius karena musim kering yang panjang meningkatkan risiko meluasnya titik api. Data terbaru yang dilaporkan Reuters menyebut sekitar 76.933 hektare lahan di Sumatra dan Kalimantan telah terbakar, sementara pemerintah mengerahkan puluhan pesawat untuk operasi water bombing dan modifikasi cuaca.
Kebakaran bahkan dilaporkan mulai mendekati kawasan sekitar Nusantara. Pemerintah melakukan berbagai langkah, termasuk operasi pemadaman dari udara dan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.
Selain karhutla, pemerintah juga memantau sejumlah kejadian bencana lain, termasuk gempa bumi di Flores dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
BNPB Usulkan Tambahan Dana
Sejalan dengan arahan Presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengusulkan tambahan Dana Siap Pakai sebesar Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk mendukung penanganan bencana dan rehabilitasi fisik sepanjang 2026.
Tambahan anggaran tersebut dinilai penting karena bencana memiliki karakter yang sulit diprediksi dan kebutuhan penanganannya dapat meningkat secara tiba-tiba.
Prabowo sendiri meminta agar pemerintah tidak menunggu bencana terjadi baru kemudian menyiapkan kebutuhan. Menurutnya, kesiapan peralatan, personel, anggaran dan infrastruktur harus dibangun jauh sebelumnya.
Presiden juga mendorong penyusunan master plan mitigasi bencana secara menyeluruh dan masif, termasuk memperkuat sarana dan prasarana untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat pemerintah lebih cepat bergerak ketika bencana terjadi sekaligus mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi masyarakat.
Dengan meningkatnya berbagai ancaman bencana, penguatan mitigasi bukan lagi sekadar respons darurat, tetapi menjadi investasi penting untuk melindungi masyarakat dan lingkungan Indonesia.
(Reina)
