ITime.id .SEMARANG – 11 September 2026 .Kepedulian Polda Jawa Tengah terhadap kesehatan anak kembali diwujudkan melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV. Hingga September 2026, sebanyak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan sejak lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) telah terdata dan ditelusuri untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Pendataan dilakukan melalui jaringan Bhabinkamtibmas dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) jajaran Polda Jateng. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan anak-anak penderita CTEV sedini mungkin sehingga dapat segera memperoleh perawatan.
Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan, penanganan CTEV perlu dilakukan sesegera mungkin karena semakin dini ditangani, hasil terapi diharapkan semakin maksimal.
“Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin agar hasilnya semakin maksimal,” ujarnya.
Pada Kamis (10/9/2026), sebanyak tujuh anak mendapatkan penanganan dan pemantauan medis di RS Bhayangkara Tk II Prof. Awaloeddin Djamin, Semarang. Ketujuh pasien tersebut berasal dari Salatiga, Surakarta, Kabupaten Semarang, Kendal dan Demak.
Penanganan diberikan sesuai kondisi masing-masing pasien. Mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang sedang menjalani tahapan koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace serta tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Diana Ribut Hari Wibowo turut mengunjungi para pasien dan keluarga di RS Bhayangkara Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan semangat kepada anak-anak dan orang tua. Ia menegaskan bahwa CTEV dapat ditangani dengan baik apabila mendapatkan perawatan yang tepat dan dilakukan secara konsisten.
“Semangat njeh, insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Ribut kepada keluarga pasien.
Program Polda Jateng Peduli CTEV diluncurkan pada Agustus 2026 melalui kerja sama dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah. Program ini juga melibatkan tenaga medis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, anak-anak yang teridentifikasi mengalami CTEV dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara gratis, sehingga keterbatasan ekonomi maupun akses pelayanan kesehatan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan perawatan.
Polda Jateng juga mengajak masyarakat yang mengetahui adanya anak dengan kelainan kaki bawaan sejak lahir untuk segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan kepolisian 110.
Upaya tersebut diharapkan mampu memastikan tidak ada anak dengan CTEV yang terlewat dari pendataan dan penanganan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, berjalan dan beraktivitas secara optimal seperti anak-anak lainnya.
(Reina)
