ITiime.id .BANYUWANGI —28 September 2026 . Aktivitas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami gangguan pada Sabtu (26/9/2026) setelah sejumlah sopir kendaraan logistik menggelar aksi demonstrasi dan melakukan blokade akses keluar-masuk pelabuhan.
Aksi tersebut berdampak pada kelancaran aktivitas kendaraan logistik di salah satu jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Para sopir melakukan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Mereka menuntut adanya kepastian terkait kelancaran operasional angkutan logistik di Pelabuhan Ketapang.
Blokade akses membuat aktivitas keluar-masuk pelabuhan terganggu. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap pergerakan kendaraan yang menggunakan jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Bagi para pelaku usaha angkutan logistik, kelancaran operasional pelabuhan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan distribusi barang antara Jawa dan Bali.
Gangguan pada jalur tersebut berpotensi menimbulkan antrean kendaraan serta menghambat waktu pengiriman apabila tidak segera mendapatkan penyelesaian.
Aksi para sopir juga menjadi perhatian karena Pelabuhan Ketapang merupakan salah satu simpul penting transportasi penyeberangan Jawa-Bali.
Penyampaian aspirasi melalui aksi demonstrasi merupakan bagian dari dinamika di lapangan. Namun, kelancaran pelayanan publik dan distribusi logistik tetap membutuhkan koordinasi antara pengemudi, pengelola pelabuhan, serta pihak terkait agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan.
Hingga berita ini disusun, perkembangan situasi di Pelabuhan Ketapang dan langkah penyelesaian terhadap tuntutan para sopir masih menjadi perhatian.
(Reina)
