ITine.id .SEMARANG — 11 Oktober 2026 Prestasi membanggakan ditorehkan atlet panahan asal Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sekaligus menjadi motivasi bagi Nurisa untuk menatap target berikutnya, yakni Olimpiade Los Angeles 2028.
Kepulangan Nurisa disambut keluarga, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (9/10/2026) sore. Penyambutan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan atlet muda Jawa Tengah yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia.
Dalam ajang tersebut, Nurisa meraih medali emas pada nomor Compound Women Individual setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Prestasi ini menjadi catatan bersejarah karena merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan pada Asian Games.
Nurisa mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut berada di luar perkiraannya dan tidak terlepas dari doa serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan,” ungkap Nurisa seusai tiba di Semarang.
Berawal dari Hobi, Kini Berprestasi di Tingkat Asia
Perjalanan Nurisa menekuni olahraga panahan bermula dari ketertarikannya setelah menonton film The Hunger Games. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ia kemudian mencoba mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolahnya.
Ketertarikan tersebut berkembang menjadi keseriusan dalam berlatih hingga mengantarkannya ke panggung kompetisi internasional. Saat ini, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu menjalani latihan hampir setiap hari, dengan hari Minggu sebagai waktu istirahat.
Medali emas Asian Games 2026 dipersembahkan Nurisa untuk kedua orang tua, keluarga, serta teman-teman yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan kariernya.
Setelah keberhasilan tersebut, ia bertekad meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028,” ujarnya.
Pemprov Jateng Dukung Pembinaan Atlet Berprestasi
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Nurisa.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Tengah, sekaligus menunjukkan bahwa atlet daerah memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurisa. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Jawa Tengah,” kata Aria.
Ia menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen mendukung atlet berprestasi melalui penguatan pembinaan olahraga, terutama bagi kelompok usia muda. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kompetisi tingkat pelajar serta pengembangan balai pembinaan dan pelatihan olahraga pelajar.
Pemprov Jateng juga tengah mengusulkan pemberian tali asih atau penghargaan bagi atlet berprestasi. Namun, besaran penghargaan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Aria berharap Jawa Tengah dapat terus melahirkan atlet yang mampu berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pembinaan Panahan Jadi Modal Menuju Prestasi Berikutnya
Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menilai keberhasilan Nurisa merupakan hasil dari proses pembinaan olahraga panahan yang telah dibangun sejak 2019.
Pembinaan tersebut dilakukan melalui latihan rutin dan kompetisi yang sehat agar atlet memiliki kemampuan serta pengalaman bertanding yang memadai.
Perkembangan panahan Jawa Tengah juga terlihat dalam ajang PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Pada kompetisi tersebut, tim panahan Jawa Tengah berhasil meraih tiga medali emas, lima medali perak, serta medali perunggu.
Sujarwanto optimistis Nurisa masih memiliki peluang untuk meningkatkan prestasinya. Ia berharap atlet tersebut dapat terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di tingkat dunia.
Sementara itu, pelatih panahan Nurisa, Permadi Sandra Wibowo, mengatakan potensi atlet binaannya telah terlihat melalui sejumlah kompetisi internasional pada 2025. Salah satunya ketika Nurisa menempati peringkat keempat dunia pada babak kualifikasi di Madrid, Spanyol.
Menurut Permadi, hasil tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim pelatih dalam menilai peluang Nurisa untuk meraih medali di Asian Games 2026. Tim pelatih saat itu menargetkan Nurisa mampu menempati podium, meskipun tidak secara terbuka membebankan target medali emas.
“Kami yakin bisa mendapatkan medali di Asian Games. Target kami saat itu adalah podium, dan alhamdulillah Nurisa berhasil menempati podium tertinggi,” jelasnya.
Permadi juga menilai Nurisa memiliki bakat dan mental bertanding yang kuat. Kemampuannya menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi tanpa kehilangan kepercayaan diri menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Keberhasilan Nurisa di Asian Games 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga secara serius. Dukungan pemerintah, pembinaan yang berkelanjutan, serta kedisiplinan atlet menjadi faktor penting dalam membuka peluang lahirnya prestasi yang lebih tinggi.
Kini, setelah mengukir sejarah di tingkat Asia, Nurisa memiliki tantangan baru untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperjuangkan peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa prestasi besar dapat berawal dari ketertarikan sederhana yang dikembangkan melalui latihan, ketekunan, dan dukungan banyak pihak.
(Reina)
