iTime.id – SURAKARTA.11 Oktober 2026 .Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengajak Kevikepan Surakarta terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Solo.
Ajakan tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kevikepan Surakarta yang berlangsung di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu malam (7/10/2026).
Mewakili Pemerintah Kota Surakarta, Astrid menyampaikan apresiasi atas perjalanan enam dekade Kevikepan Surakarta yang dinilai telah menjadi bagian dari pelayanan, pengabdian, dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Astrid, tema perayaan HUT ke-60, yakni “Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah”, mengandung pesan mendalam yang relevan dengan kehidupan masyarakat Surakarta yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang beragam.
Ia menjelaskan, Nyawiji mengandung makna pentingnya persatuan dan semangat berjalan bersama meskipun masyarakat memiliki perbedaan keyakinan maupun tradisi.
“Kita boleh berbeda dalam keyakinan dan tradisi, tetapi tetap memiliki ruang yang sama untuk saling menghormati, saling menjaga, dan bekerja bersama,” kata Astrid.
Sementara itu, Mawutuh mencerminkan pentingnya membangun rasa saling memiliki, melengkapi, dan menguatkan. Adapun Andum Berkah menjadi pengingat bahwa kebersamaan harus mampu menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Astrid menegaskan bahwa Surakarta merupakan rumah bersama bagi seluruh warganya. Karena itu, keberagaman semestinya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, bukan menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri.
“Surakarta ini rumah bersama. Karena itu, keberagaman bukan menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Kolaborasi Masyarakat Jadi Kunci Pembangunan Kota
Lebih lanjut, Astrid menyampaikan bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga serta komunitas keagamaan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, nyaman, toleran, dan saling menghargai.
Ia juga mengapresiasi kiprah Kevikepan Surakarta selama 60 tahun yang tidak hanya berfokus pada pelayanan umat, tetapi turut merawat nilai persaudaraan, kepedulian, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kevikepan Surakarta berdiri pada 7 Oktober 1966. Selama enam dekade perjalanannya, wilayah pelayanan tersebut berkembang dan kini menaungi puluhan komunitas umat Katolik di Surakarta dan sekitarnya.
Seni dan Budaya Perkuat Pesan Kebersamaan
Perayaan HUT ke-60 Kevikepan Surakarta turut dikemas melalui pendekatan budaya. Salah satunya adalah pentas teatrikal bertajuk “Kawula Satuhu” yang menjadi bagian dari rangkaian acara di Pamedan Pura Mangkunegaran.
Bagi Astrid, seni dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan, pengabdian, nilai kemanusiaan, dan pentingnya menjaga kebersamaan.
Ia berharap perayaan enam dekade ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi atas kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat sekaligus merancang langkah ke depan.
“Semoga ini bukan hanya menjadi perayaan 60 tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang bisa terus diberikan untuk masyarakat ke depan,” katanya.
Astrid berharap Kevikepan Surakarta terus berkembang dan mengambil bagian dalam perjalanan Kota Solo sebagai kota yang menjunjung tinggi kerukunan, toleransi, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat yang inklusif.
Ia juga berharap semangat Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perbedaan menjadi landasan untuk saling menghormati dan bekerja sama demi kebaikan bersama.
Dengan semangat tersebut, kolaborasi antara pemerintah, komunitas keagamaan, dan seluruh lapisan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keharmonisan serta memperkokoh persaudaraan di Kota Surakarta.
(Reina)
