iTime.id —Jogyakarta 16 Oktober 2026 Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc., meninggal dunia pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.
Almarhumah dimakamkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari, Yogyakarta. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Balairung UGM sebagai bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar universitas.
Kepergian Prof. Tjut Sugandawaty Djohan meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan atas dedikasi panjangnya dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pelestarian lingkungan.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa almarhumah telah memberikan kontribusi besar bagi fakultas. Prof. Djohan pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Teknologi dan Konservasi serta menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun.
Menurut Slamet, pengabdian dan kontribusi almarhumah diharapkan menjadi amal ibadah yang terus memberikan manfaat.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengenang Prof. Djohan sebagai sosok pakar ekologi yang memiliki perhatian besar terhadap ilmu lingkungan dan konservasi alam.
Bidang keahlian dan penelitiannya mencakup ekologi lahan basah (wetland ecology), biologi konservasi, ekologi tumbuhan, limnologi, serta ekologi laut. Keilmuan tersebut menjadi bagian penting dari kontribusinya terhadap pengembangan pengetahuan mengenai ekosistem dan kelestarian lingkungan.
Prof. Djohan juga dikenal aktif menyuarakan kepedulian terhadap laju deforestasi di Indonesia, terutama dampak pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Pulau Jawa. Perhatiannya terhadap persoalan tersebut mencerminkan komitmennya terhadap perlindungan kawasan hutan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Panut Mulyono menegaskan bahwa dedikasi, keteladanan, serta kecintaan almarhumah terhadap alam dan ilmu pengetahuan akan terus dikenang. Warisan pemikiran dan pengabdiannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kepergian Prof. Tjut Sugandawaty Djohan bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar UGM, tetapi juga bagi dunia akademik dan lingkungan hidup. Pengabdian yang telah ditorehkannya menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan membangun masa depan yang berkelanjutan.
Keluarga besar UGM pun mengajak seluruh pihak untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosanya, dan diterima seluruh amal ibadahnya.
MlSemoga dedikasi dan karya Prof. Tjut Sugandawaty Djohan senantiasa dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
(Reina)
