iTime.id —Grobogan 18 Oktober 2026 . Semangat membina generasi muda melalui olahraga sepak bola terus ditunjukkan Sekolah Sepak Bola (SSB) PERSINGA, yang berpusat di Desa Ngambakrejo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Melalui kegiatan latihan bersama, PERSINGA berupaya mencetak bibit-bibit pesepak bola muda yang diharapkan mampu berkembang dan menjadi penerus sepak bola Indonesia di masa depan.
Pada Minggu, 18 Oktober 2026, tim sepak bola PERSINGA melaksanakan kegiatan latihan di Desa Klampok, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta pembentukan karakter anak-anak sejak usia dini.
Di balik kegiatan tersebut, terdapat sosok pelatih, Muhammad Samian, yang dikenal memiliki semangat dan ketekunan dalam mendidik anak-anak melalui olahraga sepak bola. Pria kelahiran Kalimaro, Juli 1984, yang juga berprofesi sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kedungjati, ini telah menjalani kegiatan pembinaan sepak bola sejak 2015.
Dalam perjalanannya, kegiatan latihan sempat terhenti pada periode 2019 hingga 2021 akibat pandemi COVID-19. Namun, setelah kondisi memungkinkan, Muhammad Samian kembali aktif melatih dan membangun semangat anak-anak untuk terus berlatih serta mengembangkan potensi mereka.
Saat ini, pembinaan PERSINGA melibatkan sekitar 35 anak didik yang berasal dari sejumlah desa, di antaranya Ngambakrejo, Jumo, Kalimaro, dan Wates. Para peserta terdiri atas anak-anak usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Melalui SSB PERSINGA, Muhammad Samian berupaya menyatukan anak-anak dari berbagai desa dalam satu wadah pembinaan yang positif. Mereka tidak hanya diajarkan teknik dasar bermain sepak bola, tetapi juga pentingnya disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, dan menghargai sesama.
Pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta perhatian terhadap perkembangan setiap anak. Karena itu, peran pelatih menjadi penting, bukan hanya dalam meningkatkan kemampuan bermain, melainkan juga dalam menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan orang tua turut menjadi kekuatan bagi keberlangsungan kegiatan ini. Antusiasme orang tua yang mendampingi dan memberikan semangat kepada anak-anak menunjukkan bahwa pembinaan olahraga merupakan tanggung jawab bersama antara pelatih, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Kehadiran SSB PERSINGA diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda Grobogan untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif. Dengan latihan yang terarah, dukungan keluarga, serta pembinaan yang berkesinambungan, anak-anak memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan meraih prestasi.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan di lapangan, PERSINGA membawa harapan agar sepak bola menjadi sarana membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan mampu menjunjung tinggi sportivitas.
Semangat Muhammad Samian bersama para anak didik dan dukungan orang tua menjadi gambaran bahwa pembinaan sepak bola dapat dimulai dari desa, melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten demi masa depan olahraga Indonesia.
(Koiri)
