iTime.id | KESEHATAN Salatiga 2 November 2026 .Penyakit sifilis atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan raja singa masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penyakit menular seksual ini tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan intim atau menjalani aktivitas seksual dengan lebih dari satu pasangan.
Sifilis bukanlah penyakit yang disebabkan oleh virus, melainkan bakteri bernama Treponema pallidum. Penularannya terutama terjadi melalui kontak langsung dengan luka akibat sifilis saat melakukan hubungan seksual, baik secara vaginal, anal maupun oral.
Tidak Bergejala Bukan Berarti Bebas Penyakit
Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah sifilis dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Bahkan, luka pada tahap awal bisa tidak terasa sakit sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Gejala yang dapat muncul antara lain luka pada alat kelamin, anus atau mulut, ruam pada kulit, termasuk telapak tangan dan kaki, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Meski beberapa gejala dapat menghilang dengan sendirinya, bukan berarti bakteri penyebab penyakit tersebut sudah hilang dari tubuh. Tanpa pengobatan yang tepat, sifilis dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan pada otak, saraf, jantung dan organ lainnya.
Berganti-ganti Pasangan Meningkatkan Risiko Penularan
Kebiasaan berganti-ganti pasangan intim tanpa mengetahui kondisi kesehatan masing-masing merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko tertular infeksi menular seksual.
Seseorang mungkin terlihat sehat, tetapi belum tentu bebas dari penyakit. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi harus menjadi tanggung jawab setiap individu.
Penggunaan kondom secara benar dan konsisten dapat mengurangi risiko penularan, meskipun tidak memberikan perlindungan sempurna apabila luka sifilis berada di bagian tubuh yang tidak tertutup kondom.
Sifilis Bisa Diobati, Jangan Malu Memeriksakan Diri
Kabar baiknya, sifilis merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik yang sesuai, terutama penisilin. Namun, jenis dan lama pengobatan harus ditentukan oleh tenaga medis berdasarkan tahap penyakit dan kondisi pasien.
Masyarakat yang pernah melakukan hubungan seksual berisiko, memiliki pasangan dengan diagnosis sifilis, atau mengalami gejala mencurigakan sebaiknya segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan dan pengobatan pasangan seksual juga sangat penting agar penularan tidak terus berulang. Selama menjalani penanganan, hindari aktivitas seksual sampai dokter menyatakan aman.
Jangan Abaikan Kesehatan Diri dan Orang Lain
Pencegahan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Setia kepada satu pasangan yang sama-sama telah menjalani pemeriksaan dan tidak terinfeksi, menghindari perilaku seksual berisiko, menggunakan kondom secara benar, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk melindungi diri.
Penyakit sifilis juga dapat menular dari ibu hamil kepada janin sehingga pemeriksaan selama kehamilan sangat diperlukan.
Pada akhirnya, kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga menyangkut keselamatan pasangan, keluarga dan generasi berikutnya.
Pesan edukasi iTime.id:
Jangan menunggu sampai sakit untuk peduli terhadap kesehatan. Jangan pula merasa malu untuk memeriksakan diri. Penyakit menular seksual bukan alasan untuk mengucilkan seseorang, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap orang harus memiliki kesadaran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap kesehatan.
Kenali risikonya, lakukan pemeriksaan, dapatkan pengobatan yang benar, dan jangan mempertaruhkan kesehatan hanya demi kesenangan sesaat.
Salam sehat, salam peduli sesama.
iTime.id (Reina)
