Itime portal. MAGETAN – Ratusan siswa pendidikan pertama tamtama infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 resmi dilantik menjadi prajurit berpangkat Prajurit Dua (Prada), Jumat (22/5/2026).
Prosesi penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Candradimuka Secata Rindam V/Brawijaya, Magetan, dipimpin langsung Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S. H., M. Si.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Sainul Bahar,S.H., M.Si.jajaran Komandan Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya, Forkopimda Magetan, serta Plt Ketua DPRD Magetan Suyatno.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat yang dibacakannya, Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi awal perjalanan panjang pengabdian para prajurit kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, pendidikan selama dua bulan telah membentuk karakter dasar prajurit TNI AD yang disiplin, tangguh, profesional, dan berjiwa pantang menyerah dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI.

“Nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap langkah dan tindakan prajurit saat menjalankan tugas nantinya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa para prajurit baru akan memiliki peran penting dalam penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan yang disiapkan TNI AD untuk menjawab tantangan zaman.
“Prajurit tidak hanya dituntut siap bertempur, tetapi juga mampu hadir membantu masyarakat, mendukung pembangunan, dan memperkuat ketahanan wilayah,” katanya.
Kasdam menambahkan, usai menyelesaikan pendidikan dasar di Secata Magetan, seluruh prajurit akan melanjutkan pendidikan kejuruan infanteri di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Situbondo selama satu bulan.
“Hari ini yang dilantik sebanyak 814 prajurit. Seluruhnya lulus pendidikan dasar dan selanjutnya akan mengikuti pendidikan kejuruan infanteri,” jelasnya.
Ia menyebut, Kodam V/Brawijaya saat ini tengah menyiapkan pembentukan 17 batalyon infanteri beserta 17 brigade teritorial pembangunan. Dari jumlah tersebut, sembilan batalyon telah terbentuk.
“Kami berharap seluruh proses rekrutmen dan pendidikan berjalan baik sehingga mampu mencetak prajurit yang profesional dan siap mengabdi,” pungkasnya.
(ipung)
