ITime. IdYogyakarta – 15 Juli 2026 .Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan terbaik. Kisah inspiratif datang dari Tiara Julianti, putri seorang penjual ketoprak yang berhasil diterima di Program Studi Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Prestasi akademik dan nonakademik yang diraihnya menjadi bekal utama mengantarkannya menuju kampus impian.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA, Tiara dikenal sebagai siswi yang konsisten mengukir berbagai prestasi. Ia aktif mengikuti olimpiade, kompetisi karya tulis ilmiah, debat, hingga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. Semangat belajar yang tinggi membuatnya mampu bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan sang ayah yang setiap hari berjualan ketoprak demi memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Dengan penghasilan yang sederhana, kedua orang tuanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan dan motivasi agar Tiara terus mengejar cita-cita menjadi seorang dokter.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tiara berhasil diterima di Fakultas Kedokteran UGM dan memperoleh bantuan pembiayaan pendidikan sehingga dapat menempuh kuliah tanpa terbebani biaya yang besar.
Kisah Tiara menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang gemilang. Dengan tekad, kerja keras, doa orang tua, dan semangat pantang menyerah, mimpi untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik dapat diwujudkan.
Semoga kisah inspiratif ini menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia agar terus berprestasi dan tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita, apa pun latar belakang ekonomi keluarganya.
(Reina)
