ITime..id..Wonosobo –15 Juli 2026 .Fenomena embun es atau bun upas masih menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, seiring suhu udara yang tetap berada pada kisaran sangat dingin selama musim kemarau. Pada pagi hari, hamparan rumput, dedaunan, hingga area sekitar Kompleks Candi Arjuna tampak memutih akibat lapisan kristal es yang terbentuk ketika suhu turun hingga mendekati bahkan di bawah nol derajat Celsius.
Keindahan fenomena alam tersebut kembali menjadi daya tarik wisatawan. Sejak dini hari, banyak pengunjung datang untuk mengabadikan momen langka yang hanya muncul pada musim kemarau, terutama pada Juli hingga Agustus. Pemandangan embun es yang berkilau saat terkena sinar matahari memberikan suasana bak negeri bersalju di kawasan tropis.
Menurut penjelasan BMKG, embun es terbentuk ketika langit cerah pada malam hari sehingga panas dari permukaan bumi mudah terlepas ke atmosfer. Kondisi ini menyebabkan suhu permukaan tanah turun drastis hingga embun yang terbentuk berubah menjadi kristal es. Fenomena tersebut merupakan siklus alam yang umum terjadi di Dieng setiap musim kemarau.
Di balik keindahannya, embun es juga membawa dampak bagi sektor pertanian. Tanaman kentang, sayuran, dan komoditas hortikultura lainnya berisiko mengalami kerusakan akibat suhu yang terlalu rendah. Karena itu, petani terus memantau kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung.
Pengelola wisata mengimbau wisatawan untuk mengenakan pakaian tebal, jaket, penutup kepala, dan sarung tangan saat berkunjung pada malam hingga pagi hari. Selain menjaga kondisi tubuh tetap hangat, wisatawan juga diminta menjaga kebersihan kawasan wisata agar keindahan alam Dieng tetap lestari.
Fenomena embun es diperkirakan masih berpotensi muncul selama kondisi cuaca cerah dan kering terus berlangsung. Masyarakat yang ingin menyaksikannya disarankan datang sebelum matahari terbit karena lapisan es biasanya akan mencair ketika sinar matahari mulai menghangatkan permukaan tanah.
(Reina)
