ITime.id .Jakarta – 5 Agustus 2026 .Memasuki musim liburan di sejumlah kawasan pesisir Indonesia, kemunculan ubur-ubur di pantai mulai meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian para tenaga medis yang mengingatkan wisatawan agar lebih berhati-hati saat berenang atau bermain di tepi pantai.
Sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa nyeri hebat, kulit memerah, gatal, hingga reaksi alergi yang serius pada sebagian orang. Oleh karena itu, wisatawan diminta tidak menganggap sepele keberadaan hewan laut tersebut.
Dokter menyarankan masyarakat untuk selalu membawa cuka (vinegar) saat beraktivitas di pantai. Cuka diketahui dapat membantu menonaktifkan sel penyengat pada beberapa jenis ubur-ubur sehingga dapat mengurangi risiko sengatan yang lebih parah sebelum mendapatkan penanganan medis. Namun, penggunaan cuka tetap harus disesuaikan dengan jenis ubur-ubur yang menyengat, sehingga korban dianjurkan segera mencari bantuan petugas kesehatan atau penjaga pantai.
Selain membawa cuka, wisatawan juga disarankan menggunakan alas kaki saat berjalan di bibir pantai, menghindari menyentuh ubur-ubur meskipun terlihat sudah mati, serta memperhatikan bendera atau papan peringatan yang dipasang oleh pengelola pantai.
Apabila seseorang mengalami sesak napas, pusing, pembengkakan hebat, atau kehilangan kesadaran setelah tersengat ubur-ubur, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat mengindikasikan reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan darurat.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan keselamatan, masyarakat tetap dapat menikmati keindahan pantai dengan aman selama musim kemunculan ubur-ubur berlangsung.
(Reina)
