ITime.id .SEMARANG —20 September 2026 . Pergerakan cadangan emas bank sentral kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Belanda menjadi salah satu negara yang melakukan penataan ulang lokasi penyimpanan cadangan emasnya. Bank Sentral Belanda atau De Nederlandsche Bank (DNB) memindahkan sekitar 86 ton emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London sepanjang Maret hingga Agustus 2026.
Langkah tersebut bukan berarti Belanda mengurangi kepemilikan emasnya. DNB menjelaskan bahwa penataan dilakukan untuk meningkatkan akses, kemampuan perdagangan, dan likuiditas cadangan emas apabila sewaktu-waktu diperlukan.
London dipilih karena merupakan salah satu pusat perdagangan emas utama dunia. Dengan berada lebih dekat dengan pasar tersebut, cadangan emas dinilai dapat lebih mudah digunakan dalam berbagai kondisi.
Sebagian prosesnya juga tidak dilakukan dengan mengangkut emas secara fisik. Sekitar 59 ton emas dijual di New York dan kemudian dibeli kembali di London. Sementara sebagian lainnya dipindahkan secara fisik.
Prancis juga melakukan penyesuaian terhadap lokasi cadangan emasnya. Data World Gold Council mencatat sekitar 129 ton emas yang sebelumnya berada di New York berkurang melalui transaksi pada 2025–2026, dengan emas pengganti diperoleh di Eropa.
Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan strategi pengelolaan cadangan oleh sejumlah bank sentral. Faktor keamanan, akses terhadap pasar, likuiditas, serta diversifikasi lokasi menjadi bagian dari pertimbangan.
Namun, pergerakan emas tersebut tidak serta-merta menjadi tanda bahwa krisis global akan segera terjadi. Penataan lokasi cadangan merupakan bagian dari pengelolaan aset dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi ekonomi maupun geopolitik.
Di tengah ketidakpastian global, emas tetap menjadi salah satu instrumen cadangan yang diperhitungkan bank sentral. Karena itu, perubahan lokasi penyimpanannya menjadi perhatian pasar keuangan internasional.
(Reina)
