ITime.id .BOYOLALI –6 Agustus 2026 . Di tengah derasnya arus digitalisasi, masih ada sosok sederhana yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga warisan intelektual bangsa. Dialah Mbah Cipto, warga Kabupaten Boyolali yang dikenal sebagai pemilik ratusan naskah kuno sekaligus seorang yang menguasai lima bahasa asing.
Kecintaan Mbah Cipto terhadap manuskrip kuno telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu. Berbekal ketekunan dan semangat belajar tanpa henti, ia berhasil mengumpulkan berbagai naskah bersejarah yang berisi ajaran agama, sastra, budaya, hingga pengetahuan tradisional. Koleksi tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang sangat bernilai bagi generasi masa kini maupun mendatang.
Tak hanya menjadi kolektor, Mbah Cipto juga memiliki kemampuan membaca dan memahami berbagai aksara serta bahasa. Kemampuannya menguasai lima bahasa asing membuatnya lebih mudah menelusuri isi naskah, membandingkan referensi, hingga mengungkap nilai sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Keberadaan tokoh seperti Mbah Cipto menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan oleh lembaga atau akademisi, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan leluhur.
Pemerintah Kabupaten Boyolali sendiri dalam beberapa tahun terakhir juga terus mendorong upaya pelestarian manuskrip kuno melalui proses inventarisasi dan digitalisasi naskah yang masih tersimpan di tangan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar dokumen-dokumen bersejarah tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber penelitian serta pendidikan.
Kisah Mbah Cipto menjadi inspirasi bahwa menjaga sejarah bukan sekadar menyimpan benda tua, melainkan merawat identitas bangsa. Di balik lembar-lembar naskah kuno yang usianya mencapai ratusan tahun, tersimpan pengetahuan, nilai budaya, dan jejak peradaban yang tidak ternilai harganya.
Dengan dedikasi dan ketekunannya, Mbah Cipto telah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan budaya mampu melampaui batas zaman. Sosoknya layak menjadi teladan bagi generasi muda agar semakin mencintai literasi, sejarah, dan kekayaan budaya Indonesia.
(Reina)
