ITime.id .Gunungkidul – 6 Agustus 2026 .Sebanyak 15 wisatawan dilaporkan tersengat ubur-ubur saat berlibur di kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Insiden tersebut terjadi di beberapa pantai wisata, yakni Pantai Sepanjang, Pantai Krakal, dan Pantai Drini.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang tanpa sengaja menyentuh ubur-ubur yang terdampar di bibir pantai. Bentuknya yang menyerupai gelembung atau balon berwarna kebiruan membuat banyak wisatawan mengira hewan tersebut aman untuk dipegang. Padahal, tentakel ubur-ubur masih dapat menyengat meski sudah berada di daratan.
Petugas SAR mengingatkan bahwa kemunculan ubur-ubur di pesisir selatan Gunungkidul merupakan fenomena musiman yang umumnya berlangsung pada periode Juni hingga Agustus. Oleh karena itu, wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan saat bermain di pantai.
Korban sengatan umumnya mengalami rasa panas, nyeri, gatal, dan kemerahan pada kulit. Dalam kondisi tertentu, sengatan juga dapat menyebabkan sesak napas sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya.
Wisatawan diimbau untuk tidak menyentuh benda menyerupai balon atau gelembung berwarna biru yang ditemukan di pasir maupun di tepi laut. Jika tersengat, segera laporkan kepada petugas SAR atau tenaga medis yang berjaga di lokasi agar mendapatkan pertolongan pertama.
Para ahli juga menyarankan wisatawan yang berlibur ke pantai selatan membawa larutan cuka sebagai pertolongan pertama untuk membantu mengurangi dampak sengatan ubur-ubur sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Liburan akan terasa lebih aman dan menyenangkan jika setiap pengunjung mematuhi imbauan petugas serta selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai.
(Reina)
