ITime.id .SOLO – 31 Agustus 2026 .Uang logam yang selama ini hanya tersimpan di celengan atau sudut rumah ternyata masih memiliki nilai yang cukup besar. Hal itu terlihat dari antusiasme warga Solo mengikuti layanan penukaran uang koin yang digelar Bank Indonesia (BI) Solo di Solo Square.
Sejumlah warga bahkan sengaja membawa tabungan koin yang dikumpulkan dari sisa uang kembalian belanja selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Salah satunya Deddy (30), warga Solo. Ia membawa kumpulan uang logam yang disimpannya selama kurang lebih satu tahun. Dari hasil pengumpulan tersebut, Deddy berhasil menukarkan uang koinnya menjadi uang kertas senilai sekitar Rp600 ribu.
“Ini tabungan sebenarnya. Kalau ada kembalian koinan, kita kumpulin. Sudah sekitar setahunan ini,” ujar Deddy saat ditemui di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Deddy mengaku sengaja memanfaatkan layanan penukaran tersebut karena uang receh yang dikumpulkan di rumah lebih praktis jika ditukar menjadi uang kertas.
Sebelum datang ke lokasi, ia bahkan sempat menghitung sendiri uang logam yang dikumpulkannya. Pecahan yang dimiliki cukup beragam, mulai dari Rp100 hingga Rp1.000.
“Di rumah sempat dihitung, kisarannya Rp600 ribu. Pecahannya ada yang Rp100 sampai Rp1.000,” katanya.
Tak hanya Deddy, warga lainnya juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuka celengan yang selama ini jarang disentuh.
Sati, warga Sukoharjo, misalnya, mengaku telah mengumpulkan uang koin selama bertahun-tahun. Ia bahkan harus memecahkan celengan untuk membawa seluruh tabungannya ke lokasi penukaran.
Kebiasaan menyimpan uang receh ternyata dilakukan hampir seluruh anggota keluarganya. Setiap mendapatkan uang kembalian dari berbelanja, uang tersebut langsung dimasukkan ke celengan.
“Kalau ada kembalian langsung masuk celengan, nggak pernah dipakai recehnya. Mayoritas koin Rp500 dan Rp1.000,” ujarnya.
Puluhan Ribu Koin Kembali Berputar
Antusiasme masyarakat dalam menukarkan uang logam cukup tinggi. BI Solo mencatat, dalam dua hari pertama pelaksanaan kegiatan, lebih dari 36.000 keping uang logam berhasil dikumpulkan dengan total nilai sekitar Rp15 juta.
Pada hari pertama, uang yang terkumpul mencapai sekitar Rp6 juta atau setara 14.810 keping. Jumlah tersebut meningkat pada hari kedua menjadi sekitar Rp9 juta dengan 21.309 keping.
Bahkan, terdapat warga yang membawa uang koin dengan nilai mencapai sekitar Rp2,3 juta dalam sekali penukaran.
BI Solo menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengubah uang receh menjadi uang kertas. Program ini juga menjadi upaya mengembalikan uang logam ke dalam peredaran.
Selama ini, banyak uang logam yang telah dikeluarkan BI justru berhenti di rumah-rumah warga karena masyarakat cenderung menyimpannya dan jarang menggunakannya dalam transaksi.
Padahal, uang pecahan kecil masih sangat dibutuhkan sektor perdagangan dan ritel, terutama untuk memberikan uang kembalian kepada konsumen.
Uang logam yang terkumpul nantinya akan disortir. Koin yang sudah tidak layak edar akan diproses sesuai ketentuan, sementara uang yang masih layak edar akan kembali diedarkan melalui perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BI Solo sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa uang receh yang terlihat sepele jika dikumpulkan dalam waktu lama ternyata bisa menjadi tabungan dengan nilai cukup besar.
Bagi masyarakat, membongkar celengan bukan hanya menjadi cara mengubah uang koin menjadi uang kertas, tetapi juga menjadi bukti bahwa kebiasaan menyimpan uang receh sedikit demi sedikit dapat menghasilkan jumlah yang tidak terduga.
(REINA)
