ITime.id .KALIMANTAN — 9 September 2026 .Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Kobaran api yang melanda kawasan hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kehidupan satwa liar yang bergantung pada kawasan hutan sebagai habitatnya.
Kondisi kering dan minimnya curah hujan membuat sebagian wilayah menjadi lebih mudah terbakar. Api dapat dengan cepat merambat melalui lahan yang kering, terutama ketika disertai angin dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan ekosistem. Satwa liar yang kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan terpaksa berpindah ke kawasan lain untuk mencari habitat yang lebih aman.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah orangutan Kalimantan. Satwa yang dikenal sebagai salah satu penghuni penting ekosistem hutan tersebut sangat bergantung pada keberadaan hutan untuk mencari makanan, berlindung, dan berkembang biak.
Ketika kebakaran meluas, orangutan dan satwa lainnya menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kehilangan habitat, asap pekat, kekurangan makanan hingga risiko terjebak di tengah kawasan yang terbakar.
Di sisi lain, kondisi kekeringan ekstrem juga berpotensi memberikan tekanan terhadap sumber-sumber air. Sejumlah sungai dan kawasan perairan dapat mengalami penurunan debit ketika musim kering berlangsung panjang.
Sungai Kapuas sebagai salah satu sungai besar di Kalimantan juga menjadi bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat. Karena itu, perubahan kondisi air akibat musim kering perlu mendapat perhatian serius, meskipun kondisi setiap bagian sungai dapat berbeda dan harus merujuk pada pemantauan resmi.
Karhutla bukan hanya persoalan munculnya asap. Kebakaran yang terjadi berulang dapat menyebabkan kerusakan vegetasi, mengganggu keseimbangan ekosistem, memperburuk kualitas udara, serta meningkatkan tekanan terhadap satwa yang habitatnya semakin terbatas.
Upaya pemadaman dan pencegahan menjadi sangat penting. Petugas, masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak terkait perlu meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran dan segera melakukan penanganan ketika titik api mulai terdeteksi.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pencegahan menjadi langkah utama karena api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila kondisi lingkungan sangat kering.
Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Di tengah ancaman karhutla dan musim kering, penyelamatan habitat satwa liar harus menjadi bagian penting dalam upaya penanganan bencana lingkungan di Kalimantan.
