ITiime.id .SURABAYA, –18 Oktober 2026 PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan pengelola terminal petikemas tersebut meraih dua penghargaan dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 yang digelar di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026.
Dua penghargaan yang diraih yakni Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026 untuk PT Terminal Teluk Lamong dan Port/Terminal Visionary of the Year 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama TTL, David P. Sirait.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya transformasi perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional, memperkuat daya saing, mengembangkan inovasi layanan, serta mendorong penerapan teknologi dan prinsip keberlanjutan di sektor kepelabuhanan.
Kedua penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Chairman Global Ports Forum, Thomas Ng, dan diterima oleh David P. Sirait bersama jajaran manajemen serta perwakilan TTL.
David menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan, dukungan para pemangku kepentingan, serta kepercayaan pelanggan.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global,” ujar David.
Kinerja Petikemas Tumbuh, Arus Internasional Meningkat Tajam
Di balik penghargaan tersebut, TTL mencatatkan pertumbuhan arus petikemas yang cukup signifikan. Hingga Agustus 2026, arus petikemas TTL Group mencapai 2.027.914 TEUs atau meningkat 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, tumbuh 78,69 persen secara tahunan.
Capaian tersebut didukung penguatan layanan, penambahan sejumlah layanan pelayaran baru, serta penerapan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa.
Dalam menjalankan operasionalnya, TTL mengelola tiga terminal petikemas, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Integrasi ketiganya menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat konektivitas logistik, serta mengoptimalkan aset kepelabuhanan di kawasan Surabaya.
Perusahaan juga mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital, di antaranya Terminal Booking System (TBS), sistem pelayanan kapal EAZI, serta perencanaan dan pengendalian operasional secara terintegrasi.
Inisiatif tersebut ditujukan untuk mempercepat pelayanan kapal dan petikemas, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan produktivitas terminal.
Dorong Terminal Pintar dan Ramah Lingkungan
Selain berfokus pada peningkatan produktivitas, TTL terus mengembangkan konsep green port dan smart terminal melalui pemanfaatan teknologi modern serta penguatan efisiensi energi.
TPK Teluk Lamong telah menerapkan sejumlah teknologi, termasuk Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mendukung ketepatan serta efisiensi proses operasional.
Dari sisi lingkungan, perusahaan mengembangkan elektrifikasi peralatan, pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, fasilitas shore power, serta penguatan pengelolaan lingkungan di kawasan terminal.
Modernisasi juga dilakukan pada terminal lain yang dikelola TTL, termasuk penambahan electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam.
Melalui langkah tersebut, perusahaan berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan Internasional Bukan Tujuan Akhir
David menegaskan bahwa keberhasilan terminal tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume petikemas atau kecanggihan teknologi. Konsistensi pelayanan, penciptaan nilai tambah bagi pelanggan, serta hubungan yang baik dengan regulator, mitra kerja, dan masyarakat juga menjadi faktor penting.
TTL turut menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Global Ports Forum Awards merupakan ajang penghargaan internasional yang memberikan apresiasi kepada perusahaan, operator terminal, dan profesional di industri kepelabuhanan atas kontribusi mereka dalam inovasi, kepemimpinan, pengembangan layanan, serta keberlanjutan sektor maritim.
Bagi TTL, dua penghargaan yang diraih pada 2026 menjadi dorongan untuk melanjutkan transformasi sebagai bagian dari Pelindo Group.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat keunggulan operasional (operational excellence), mengembangkan layanan berbasis teknologi, meningkatkan kolaborasi dengan pelanggan, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya.
“Excellence is not a destination, it is a journey,” menjadi semangat yang diusung TTL untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing logistik Indonesia di tingkat global.
Meski demikian, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada mempertahankan penghargaan internasional. Konsistensi kinerja, efisiensi biaya logistik, kualitas pelayanan, serta realisasi komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat akan menjadi ukuran penting untuk membuktikan keberlanjutan transformasi perusahaan.
Dua penghargaan tersebut menjadi modal reputasi bagi TTL. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghadirkan layanan yang efisien, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jasa maupun perekonomian nasional.
(Hasan)
