ITime.id – Magelang 24 Oktober 2026 .Tak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati panorama bunga berwarna merah muda dan putih yang menyerupai suasana musim semi. Di kawasan Ngletoh, Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, mekarnya bunga tabebuya menghadirkan pemandangan indah yang menarik perhatian masyarakat.
Hamparan bunga tabebuya yang menghiasi tepian jalan desa menjadi daya tarik tersendiri. Keindahannya bahkan ramai diperbincangkan di media sosial, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi favorit warga untuk berswafoto dan menikmati suasana alam.
Fenomena mekarnya bunga tabebuya ini kembali terlihat pada Oktober 2026. Setelah intensitas mekarnya sempat menurun pada 2025, bunga-bunga tersebut kembali bermekaran lebat dalam beberapa hari terakhir, sehingga mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Yuswanda Atya (20), mengaku terkesan dengan panorama yang disuguhkan kawasan tersebut.
Menurutnya, perpaduan warna merah muda dan putih pada bunga tabebuya menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada keindahan bunga sakura di Jepang.
“Tempatnya asyik, view-nya bagus. Kan warnanya pink dan putih, ya nuansanya seperti di Jepang, hampir mirip-mirip bunga sakura,” ungkapnya.
Menariknya, keberadaan pohon-pohon tabebuya di kawasan ini berawal dari inisiatif masyarakat. Warga menanamnya secara swadaya sejak 2023 sebagai tanaman peneduh jalan. Kini, upaya tersebut menghadirkan manfaat lebih luas, mulai dari memperindah lingkungan hingga membuka peluang ekonomi.
Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku jasa fotografi. Billy (27), anggota Komunitas Fotografer Magelang, menyampaikan bahwa meningkatnya kunjungan masyarakat turut memberikan peluang penghasilan bagi fotografer.
“Alhamdulillah, saya pribadi juga mendapatkan income (penghasilan) dari ini,” ujarnya.
Billy berharap, potensi wisata yang tumbuh dari keindahan lingkungan tersebut dapat dijaga bersama agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Kita harus sama-sama melestarikan objek wisata yang punya potensi untuk meningkatkan pendapatan penduduk seperti ini,” tambahnya.
Potensi Wisata Perlu Diimbangi Pengelolaan
Meski memiliki daya tarik visual dan potensi ekonomi, kawasan Ngletoh masih dikelola masyarakat secara swadaya. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan agar potensi wisata lokal dapat berkembang tanpa mengabaikan kepentingan warga dan kelestarian lingkungan.
Pengelolaan yang baik dapat diarahkan pada kebersihan lokasi, ketertiban pengunjung, keselamatan pengguna jalan, serta penataan aktivitas swafoto dan fotografi agar tidak mengganggu lalu lintas.
Selain itu, keterlibatan UMKM dan warga setempat berpotensi memperluas manfaat ekonomi dari kunjungan wisata, terutama ketika bunga sedang berada pada masa mekar.
Pesona tabebuya di Ngletoh menjadi pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus lahir dari pembangunan besar. Kepedulian, gotong royong, dan konsistensi masyarakat dalam merawat lingkungan pun mampu menghadirkan keindahan yang bernilai.
Dengan pelestarian dan pengelolaan yang bijak, bunga tabebuya bukan sekadar penghias jalan musiman, melainkan juga aset lingkungan dan peluang pengembangan wisata berbasis masyarakat.
(Reina)
