ITIME.id SURAKARTA – 7 November 2026 .Nama Gusti Sura atau Gusti Raden Ajeng (G.R.Aj.) Ancillasura Marina Sudjiwo dikenal tidak hanya sebagai bagian dari keluarga besar Pura Mangkunegaran. Ia juga merupakan salah satu sosok perempuan yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni, tradisi, dan kebudayaan Jawa.
Putri pertama K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IX dan kakak dari K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X ini memiliki ketertarikan mendalam terhadap dunia kesenian. Kecintaannya terhadap budaya diwujudkan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan pelestarian sekaligus diplomasi budaya Mangkunegaran, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Gusti Sura pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Pengageng Kawedanan Panti Budaya, bidang yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan seni serta tradisi di lingkungan Mangkunegaran.
Sejak 2016, ia juga dipercaya menjadi produser sekaligus team leader dalam penampilan kesenian Mangkunegaran pada gelaran Catur Sagatra. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pertunjukan seni yang membawa identitas dan kekayaan budaya Mangkunegaran.
Kiprahnya semakin mendapat perhatian ketika pada 2024 Gusti Sura dipercaya menjadi maskot Solo International Performing Arts (SIPA). Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan dan komitmennya dalam dunia seni budaya.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan kesenian, Gusti Sura juga terlibat dalam berbagai agenda adat penting Mangkunegaran, termasuk peringatan Tahun Baru Jawa atau Sura serta Tingalan Jumenengan, yakni peringatan kenaikan takhta penguasa Mangkunegaran.
Saat ini, Gusti Sura mengemban tugas sebagai Staf Piniji Dharma Praja atau staf penasihat bidang kesenian di lingkungan Mangkunegaran.
Ketertarikannya terhadap fotografi dan wastra Nusantara turut memperlihatkan kedekatannya dengan kekayaan seni dan tradisi Indonesia. Baginya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan yang perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Perjalanan Gusti Sura menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan nyata, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern, keberadaan sosok yang memiliki kepedulian terhadap seni dan tradisi menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya bangsa.
Melalui berbagai kiprahnya, Gusti Sura turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni Mangkunegaran kepada masyarakat luas, sekaligus menjaga agar warisan budaya Jawa tetap hidup dan memiliki tempat di tengah generasi masa kini.
(Reina)
