Itime. Jakarta, 1 Januari 2026 – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diprediksi masih akan berlarut-larut hingga satu dekade mendatang. Pakar hukum tata negara Mahfud MD disebut sepakat dengan prediksi pakar komunikasi politik Effendi Gazali bahwa kasus ini baru akan selesai pada akhir 2035 atau bahkan awal 2036.
Pernyataan ini mencuat dalam program “Catatan Demokrasi Spesial Akhir Tahun” di TVOne pada 30 Desember 2025 lalu. Effendi Gazali mengungkapkan pernah berdiskusi langsung dengan Mahfud MD mengenai kapan berakhirnya kontroversi ijazah Jokowi yang telah bergulir bertahun-tahun.
“Saya pernah tanya di acara resmi yang tayang di televisi, ‘Menurut Prof. Mahfud, kapan selesainya kasus ijazah Pak Jokowi?’ Lalu beliau balik bertanya, ‘Kalau menurut Pak Effendi kapan?’ Saya jawab akhir 2035. Beliau bilang sependapat, mungkin awal 2036,” cerita Effendi Gazali.
Menurut Effendi, prediksi ini didasarkan pada dinamika politik yang memengaruhi kasus serupa. Ia membandingkannya dengan kasus ijazah di daerah seperti Bangka Belitung, di mana penyelesaian tergantung kondisi politik nasional. “Kasus ini bukan murni akademis, tapi dipengaruhi goodwill dan situasi politik,” ujarnya.
Polemik ijazah Jokowi memang terus bergulir sejak beberapa tahun lalu, melibatkan gugatan hukum, laporan polisi, hingga penetapan tersangka terhadap beberapa pihak seperti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa atas dugaan pencemaran nama baik. Mahfud MD sendiri kerap berkomentar netral, menegaskan bahwa pembuktian asli atau palsunya ijazah hanya bisa diputuskan hakim di pengadilan, bukan polisi.
Sebelumnya, Mahfud juga menyatakan bahwa meski ijazah Jokowi terbukti bermasalah, hal itu tidak akan membatalkan keputusan kenegaraan selama masa jabatannya sebagai presiden.
Hingga kini, kasus ini masih dalam proses penyidikan di Polda Metro Jaya dan diprediksi akan memakan waktu panjang sebelum mencapai putusan final yang diterima semua pihak.
Prediksi Mahfud dan Effendi ini menuai beragam respons di publik. Banyak yang melihatnya sebagai cerminan betapa dalamnya polarisasi politik di Indonesia, di mana isu lama seperti ini sulit padam meski sudah berulang kali dibantah oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai penerbit ijazah.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
