Itime. Jakarta, 1 Januari 2026 .Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disebut merasa sangat terganggu dan geram atas fitnah yang beredar luas di media sosial, yang mengaitkannya sebagai dalang di balik isu dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui politikus senior Partai Demokrat Andi Arief, SBY membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika fitnah tersebut tidak dihentikan.
Andi Arief, yang mengaku baru saja bertemu langsung dengan SBY, menyampaikan bahwa tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar. “Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi,” ujar Andi Arief dalam video yang diunggah di media sosialnya pada 31 Desember 2025.
Fitnah ini disebut menyebar masif melalui platform seperti TikTok, mayoritas dari akun-akun anonim yang diduga memiliki afiliasi politik tertentu. Andi Arief menegaskan bahwa hubungan SBY dengan Jokowi hingga kini tetap baik, dan SBY sendiri sudah jarang terlibat dalam kegiatan politik intensif, lebih fokus pada aktivitas pribadi seperti seni dan olahraga.
“Jika tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum, mulai dari somasi hingga proses hukum lebih lanjut, demi keadilan,” tambah Andi Arief. Ia juga menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat untuk solid membela SBY dari apa yang disebut sebagai bentuk pendzaliman.
Badan Hukum Partai Demokrat bahkan telah melayangkan somasi kepada beberapa akun media sosial yang menyebarkan narasi serupa, termasuk satu akun TikTok yang secara eksplisit menuding SBY sebagai aktor utama.
Isu ijazah Jokowi sendiri kembali mencuat akhir 2025, dengan Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka dalam dua klaster terkait penyebaran tudingan tersebut, termasuk Roy Suryo dan dr. Tifauziah Tyassuma. Namun, narasi yang menyeret nama SBY dianggap sebagai upaya pengalihan isu oleh pihak Demokrat.
Reaksi publik terhadap pernyataan ini beragam, dengan beberapa tokoh seperti Said Didu menyatakan dukungan penuh agar SBY melaporkan penyebar fitnah. Sementara itu, PDIP juga mengecam penyeretan nama Megawati dalam narasi yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi terkait keterkaitan SBY dalam isu ini. Kasus ini diprediksi akan terus menjadi sorotan di awal tahun 2026, di tengah dinamika politik pasca-pemilu.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
