Itime portal. Jawa Tengah, 17 April 2026 Suasana hangat menyelimuti rangkaian Safari Keagamaan bertema “Menjaga Amanah, Merawat Integritas” di Banyumas, Cilacap, hingga Purbalingga pada 15–17 April 2026. Di tengah pesan moral yang akrab di telinga masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan nilai kejujuran dan amanah bukan sekadar ajaran, melainkan pondasi penting mencegah korupsi.
Melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas), KPK menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat guna menyuarakan nilai-nilai antikorupsi dari ruang paling dekat, yakni mimbar keagamaan.
Pesan itu diharapkan tidak berhenti secara normatif, namun membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Peran tokoh agama, masyarakat, hingga lingkungan pendidikan keagamaan sangat penting dalam menanamkan nilai antikorupsi,” kata Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo di Pondok Pesantren Darussalam, Banyumas, Rabu (15/4).

Di tengah semakin kompleksnya pemberantasan korupsi di Indonesia, penguatan integritas tidak sekadar ditanamkan melalui penindakan dan perbaikan sistem. Internalisasi nilai juga perlu dihidupkan dalam keseharian masyarakat. KPK memandang, pendekatan keagamaan memiliki kekuatan tersendiri dalam menanamkan sembilan nilai integritas antikorupsi, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras (JUMAT BERSEPEDA KK).
“Setiap pimpinan dan tokoh masyarakat adalah panutan. Karena itu, keteladanan dalam menjunjung transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci,” imbuh Ibnu.
*Teguhkan Prinsip Integritas*
Dalam kesempatan terpisah di Kabupaten Cilacap, Ibnu kembali menekankan pentingnya kejujuran dan amanah sebagai dasar integritas.
“Nilai kejujuran, amanah, dan integritas merupakan pondasi utama mencegah korupsi,” imbuh Ibnu di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap.
Lebih jauh, Ibnu menilai semua itu harus dimulai dari diri sendiri melalui penguatan iman dan karakter. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cilacap, Aziz Muslim, menyambut baik kehadiran KPK sebagai pemantik untuk istiqomah memegang teguh prinsip integritas.
“Hari ini menjadi support system bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga amanah, merawat integritas yang diberikan kepada kita selaku khodimul ummah (pelayan umat),” tegasnya.
Sebagai informasi, Safari Keagamaan ini merupakan program Ditpermas KPK yang melibatkan tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi guna menanamkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi ini, KPK berharap pesan antikorupsi dapat semakin membumi dan mendorong peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah praktik korupsi.
(Tim)
