ITime. Id. Semarang –5 Agustus 2026 Ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah karena melibatkan ratusan penerima manfaat dari program nasional tersebut.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 693 siswa dan 14 guru mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, dan pusing setelah menyantap menu MBG. Sebagian korban mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, sementara lainnya menjalani rawat jalan karena kondisinya berangsur membaik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama pihak terkait langsung melakukan penyelidikan. Sampel makanan yang disajikan kepada para siswa telah diambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala keracunan.
Sementara proses investigasi berlangsung, distribusi makanan dari dapur penyedia MBG untuk SMKN 6 Semarang dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi. Sekolah juga mengimbau para siswa membawa bekal dari rumah agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa hambatan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur penyedia MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur keamanan pangan dipatuhi secara ketat.
Pihak berwenang menegaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu sehingga penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat disimpulkan. Pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Diharapkan hasil evaluasi nantinya dapat memperkuat pengawasan sehingga program yang bertujuan meningkatkan gizi peserta didik dapat berjalan aman, sehat, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh siswa.
(Reina)
