ITime.id .Jakarta – 6 Agustus 2026 .Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa fenomena El Nino kini semakin menguat dan diperkirakan akan memberikan dampak yang lebih nyata di Indonesia, terutama selama puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026. Kondisi ini berpotensi menyebabkan cuaca lebih panas, curah hujan menurun, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
BMKG menjelaskan bahwa peluang El Nino mencapai kategori moderat sangat tinggi, bahkan terdapat peluang berkembang menjadi kuat. Dampaknya diperkirakan dapat berlangsung hingga awal tahun 2027, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan sejak sekarang.
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Untuk mengurangi dampak El Nino, masyarakat diimbau melakukan beberapa langkah sederhana, di antaranya:
- Menghemat penggunaan air bersih dan menyiapkan cadangan air jika diperlukan.
- Menghindari pembakaran sampah atau lahan karena dapat memicu kebakaran.
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari yang sangat terik.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan sengatan panas.
- Petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam sesuai informasi dari BMKG dan dinas pertanian setempat.
- Terus memantau informasi cuaca dan iklim dari kanal resmi BMKG.
Selain berdampak pada sektor pertanian, El Nino juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memicu kenaikan suhu udara di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah bersama BMKG mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini agar dampak musim kemarau panjang dapat diminimalkan. Kesiapsiagaan seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk menghadapi kondisi iklim ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
(Reina)
