ITime.id .JAKARTA –1September 2026 .Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran di tubuh Polri. Sebanyak 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) dimutasi dan dirotasi melalui tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.
Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri maupun kepolisian daerah. Dari total 424 personel yang mengalami mutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan pada jabatan baru.
Salah satu posisi strategis yang mengalami perubahan adalah Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).
Irjen Pol. Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara dipercaya menduduki posisi Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.
Pergantian tersebut sekaligus membuat kursi Kapolda Sulawesi Utara ikut berganti. Jabatan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto, yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.
Dua Kapolda Berganti
Rotasi juga menyentuh jajaran pimpinan kepolisian daerah lainnya. Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Sementara itu, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Polri menyebut mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel.
Pergantian jabatan juga dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.
Melalui penempatan personel pada posisi baru, Polri diharapkan semakin mampu memperkuat pelaksanaan tugas, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Para pejabat yang mendapatkan amanah baru juga dituntut segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta melanjutkan program yang telah berjalan di satuan kerja sebelumnya.
Mutasi ratusan personel tersebut menjadi bagian dari upaya Polri melakukan penyegaran organisasi sekaligus memastikan roda pelayanan dan tugas kepolisian tetap berjalan secara optimal.
