ITime.id .KARAWANG — 1 September 2026 .Persoalan buruh tani di Karawang, Jawa Barat, mendapat respons cepat dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Setelah menemukan langsung kondisi buruh tani di lapangan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester segera dikirim dan diterima kelompok buruh tani hanya dalam hitungan jam.
Bantuan tersebut diserahkan kepada kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, untuk menunjang kegiatan panen.
Langkah cepat itu dilakukan setelah Amran dalam kunjungan kerja pada Senin (31/8/2026) secara langsung melihat sejumlah buruh tani yang tengah bekerja di sawah. Ia bahkan menghentikan kendaraannya dan turun untuk berbincang dengan mereka.
Dari dialog tersebut, Mentan mendapatkan gambaran mengenai kondisi ekonomi para buruh tani yang sebagian tidak memiliki lahan sendiri. Mereka menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sebagai buruh ngarit maupun tenaga panen.
Kondisi pekerjaan yang tidak setiap hari tersedia membuat pendapatan sebagian buruh tani sangat terbatas.
“Tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat hanya Rp30 ribu per hari dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu,” kata Amran.
Bantuan Langsung untuk Mendukung Panen
Mentan kemudian memastikan persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti menjadi laporan. Bantuan combine harvester langsung direalisasikan untuk kelompok buruh tani.
“Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani,” ujar Amran di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Selain combine harvester, pemerintah juga memastikan traktor milik kelompok tani yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus 2026 akan segera diganti.
Amran menilai kecepatan tersebut merupakan bagian dari pola kerja Kementerian Pertanian dalam merespons kebutuhan masyarakat pertanian.
Menurutnya, setiap persoalan yang ditemukan ketika berada di lapangan harus segera ditindaklanjuti dengan solusi yang bisa dirasakan secara langsung oleh petani dan buruh tani.
Akses Alsintan Jadi Perhatian
Kasus buruh tani di Karawang juga memperlihatkan bahwa akses terhadap alat dan mesin pertanian tidak hanya berkaitan dengan petani pemilik lahan.
Kelompok buruh tani yang tidak memiliki sawah sendiri juga membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas.
Pemerintah berharap bantuan alsintan tersebut dapat membantu mempercepat proses panen sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok buruh tani penerima.
Respons cepat ini sekaligus menjadi pesan bahwa persoalan di sektor pertanian tidak cukup hanya dibicarakan dari balik meja. Kondisi masyarakat di lapangan perlu dilihat secara langsung agar kebijakan dan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
(Reina)
