ITime. Ud. seleman 11 September 2026 .Di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan hujan yang belum kunjung turun, warga di sejumlah daerah kembali menjalankan tradisi kenduri sebagai bentuk doa bersama sekaligus ungkapan harapan agar hujan segera mengguyur wilayah mereka.
Kenduri digelar secara sederhana dengan melibatkan masyarakat setempat. Warga berkumpul, membawa makanan untuk dinikmati bersama, kemudian memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, kesehatan, serta turunnya hujan yang membawa berkah.
Bagi masyarakat, tradisi kenduri bukan sekadar kegiatan makan bersama. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Harapan turunnya hujan semakin kuat karena kondisi kemarau mulai dirasakan warga. Sejumlah sumber air mengalami penyusutan, sementara kebutuhan air untuk rumah tangga, pertanian dan kebutuhan lainnya terus meningkat.
“Ini merupakan ikhtiar dan doa bersama. Kami berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air warga tercukupi dan tanaman kembali mendapatkan air,” ujar salah seorang warga.
Meski demikian, kenduri juga menjadi pengingat bahwa menghadapi musim kemarau diperlukan usaha nyata. Masyarakat diharapkan tetap menghemat air, menjaga sumber mata air serta lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu akhirnya menjadi momentum bagi warga untuk kembali mempererat persaudaraan. Di tengah kekeringan, mereka menyatukan harapan dalam satu doa: semoga hujan segera turun dan membawa kesejukan serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.
(Reina)
