ITime.id .SEMARANG —20 September 2026 . Usianya masih belia, tetapi suara dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an telah membawanya menjejak panggung nasional. Dia adalah Afif Muhammad Thoifur, siswa kelas VI MI Assidiqiyah, Kabupaten Siak, Riau, yang berhasil menembus babak final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Perjalanan Afif menuju panggung nasional ternyata berawal dari hal sederhana di lingkungan keluarganya. Sejak kecil, ia dikenal gemar bersenandung. Bahkan sebelum memasuki taman kanak-kanak, Afif sudah mampu membaca Al-Qur’an.
Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi ketertarikan terhadap seni membaca Al-Qur’an. Kemampuan itu terus diasah melalui proses belajar, latihan, serta bimbingan dari orang-orang di sekitarnya.
Di luar aktivitas mengaji, Afif tetap seperti anak-anak seusianya. Ia senang berkreasi menggunakan karton. Potongan-potongan karton tersebut dapat disusunnya menjadi berbagai bentuk, mulai dari miniatur masjid hingga mobil-mobilan.
Namun, ada satu kegemaran yang terus melekat dalam kesehariannya, yakni melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kegemaran yang tumbuh sejak kecil itulah yang akhirnya mengantarkan Afif menempuh perjalanan dari Siak menuju Semarang. Di kota ini, ia mendapat kesempatan tampil di salah satu ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional dan berhasil menjadi finalis.
Bagi sang ayah, Syafi’i, keberhasilan Afif mencapai babak final bukan sekadar mengenai hasil perlombaan. Di balik pencapaian tersebut terdapat perjalanan panjang tentang bagaimana kecintaan terhadap Al-Qur’an diperkenalkan sejak usia dini, dirawat dalam lingkungan keluarga, kemudian tumbuh seiring bertambahnya usia.
“Bangga dan terharu melihat Afif bisa sampai ke babak final. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Afif dan keluarga. Semoga apa yang sudah dilaluinya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Syafi’i.
Afif merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Dalam perjalanannya mengikuti MTQ Nasional XXXI, ia juga tidak berjalan sendirian. Ada para guru, pelatih dan pendamping yang terus memberikan arahan serta motivasi selama proses persiapan hingga perlombaan berlangsung.
Syafi’i secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ustadz Yuhendri Tarmizi dan Ustadz Indra Gunawan, yang turut mendampingi dan memberikan bimbingan kepada Afif selama rangkaian MTQ Nasional XXXI.
“Sebagai orang tua, kami sangat menghargai semua dukungan yang diberikan. Semoga segala kebaikan dan pengorbanan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.
Kini, senandung yang dahulu hanya terdengar di rumah keluarga Syafi’i dan Etiana telah membawa Afif ke panggung yang jauh lebih besar.
Final MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas VI. Namun, bagi Afif, panggung tersebut bukanlah akhir dari perjalanan.
Justru dari sinilah langkah panjangnya bersama Al-Qur’an terus berlanjut.
Dari Siak, ia membawa suara yang tumbuh bersama keluarganya. Suara itu kemudian diasah oleh para guru dan pelatih hingga akhirnya terdengar di panggung nasional.
Dan seperti miniatur masjid yang dahulu ia bangun dari potongan-potongan karton, Afif kini sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar: masa depannya bersama Al-Qur’an.
(Reina)
