ITime.id .Pemalang – 22Juli 2026 .Buah nanas madu asal Kabupaten Pemalang dan Purbalingga semakin dikenal masyarakat berkat cita rasanya yang manis, segar, dan memiliki kadar air yang tinggi. Permintaan yang terus meningkat membuat komoditas ini berhasil menembus berbagai pasar di Pulau Jawa dengan omzet yang cukup menggiurkan bagi para petani dan pelaku usaha.
Nanas madu dari kedua daerah tersebut dipasarkan ke berbagai kota, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Jakarta. Tingginya minat konsumen didorong oleh kualitas buah yang unggul, rasa manis alami, serta daya simpan yang cukup baik sehingga cocok untuk dipasarkan ke luar daerah.
Selain dijual dalam bentuk buah segar, nanas madu juga mulai diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti jus, selai, sirup, keripik, hingga aneka olahan makanan. Diversifikasi produk ini membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.
Para petani mengaku permintaan pasar cenderung stabil, bahkan meningkat pada musim liburan dan hari-hari besar. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap pendapatan mereka, dengan omzet yang dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam satu musim panen, tergantung luas lahan, jumlah produksi, dan jaringan pemasaran yang dimiliki.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura unggulan melalui pembinaan, peningkatan kualitas hasil panen, serta perluasan akses pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional.
Keberhasilan nanas madu Pemalang dan Purbalingga menembus pasar Jawa menjadi bukti bahwa produk pertanian lokal memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan menjaga kualitas, memperluas pemasaran, dan terus berinovasi, komoditas ini diharapkan semakin diminati serta mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Jawa Tengah.
(Reina)
