ITime.id .Semarang –24 Juli 2026 .Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-X pada Jumat (24/7/2026) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang. Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD IWAPI Jawa Tengah masa bakti 2026–2031.
Mengusung tema “Perempuan Berkarya, IWAPI Jaya”, Musda ke-X menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat peran perempuan pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus IWAPI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, bersama tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan mitra organisasi. Selain menjadi ajang pelantikan pengurus baru, Musda juga menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
Melalui kepengurusan periode 2026–2031, IWAPI Jawa Tengah diharapkan semakin aktif dalam memberikan pendampingan, pelatihan, serta membuka akses pasar bagi para perempuan pelaku usaha. Organisasi ini juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.
Semangat “Perempuan Berkarya, IWAPI Jaya” diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Dengan terselenggaranya Musda ke-X ini, IWAPI Jawa Tengah optimistis dapat menghadirkan program-program yang lebih bermanfaat bagi anggota dan masyarakat luas. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju, profesional, dan menjadi wadah yang kuat bagi perempuan pengusaha dalam berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Tengah.
Sesuai harapan yang tertuang dalam penyelenggaraan kegiatan, seluruh rangkaian Musda diharapkan berjalan sukses sehingga IWAPI Jawa Tengah semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi daerah.
(Reina)
