ITime.id .JAWA TENGAH – 26 Juli 2026 .Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di pesisir utara Jawa terus menjadi perhatian. Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir rob, abrasi, dan penurunan muka tanah yang selama ini mengancam kawasan Pantura Jawa Tengah.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini terus mematangkan perencanaan proyek. Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki garis pantai yang panjang dan tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim.
Sebanyak 11 daerah di pesisir utara Jawa Tengah masuk dalam cakupan rencana pembangunan, yakni Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, dan Jepara. Kawasan-kawasan tersebut diharapkan memperoleh perlindungan lebih baik dari ancaman rob yang setiap tahun merugikan masyarakat dan perekonomian.
Selain membangun tanggul laut, konsep Giant Sea Wall juga dirancang terintegrasi dengan kolam retensi, sistem pompa, serta pengelolaan kawasan pesisir agar mampu memberikan manfaat jangka panjang. Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya melindungi permukiman warga, tetapi juga menjaga kawasan industri, pelabuhan, lahan pertanian, hingga aktivitas perikanan di sepanjang Pantura.
Saat ini pemerintah masih menyelesaikan kajian teknis dan penentuan segmen prioritas. Wilayah Kendal, Semarang, dan Demak menjadi fokus awal karena dinilai paling rentan terhadap banjir rob dan penurunan muka tanah. Setelah itu, pembangunan akan diperluas secara bertahap ke wilayah pesisir lainnya sesuai hasil kajian.
Dengan terealisasinya proyek Giant Sea Wall, masyarakat berharap ancaman rob yang selama ini menghantui pesisir Jawa Tengah dapat berkurang secara signifikan. Di sisi lain, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan wilayah pesisir, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan kawasan pantai yang lebih aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Reina)
