ITime.id .Boyolali – 26 Juli 2026 .Fenomena upwelling kembali memicu kematian massal ikan di kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), Boyolali. Sedikitnya 10 ton ikan yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung dilaporkan mati, mengakibatkan kerugian para petani ikan yang ditaksir mencapai Rp247 juta.
Peristiwa tersebut terjadi setelah perubahan kondisi perairan menyebabkan air dari dasar waduk yang miskin oksigen naik ke permukaan. Akibatnya, kadar oksigen terlarut menurun drastis sehingga ribuan ikan tidak mampu bertahan hidup.
Ketua kelompok petani keramba setempat, Jono, mengatakan gejala upwelling mulai terjadi sejak Jumat (24/7/2026). Dalam waktu singkat, ikan-ikan di sejumlah keramba terlihat mengapung dan mati, sehingga para petani tidak sempat melakukan penyelamatan.
Selain kehilangan hasil panen, para pembudidaya juga harus menanggung kerugian akibat biaya pakan, benih, dan perawatan yang telah dikeluarkan selama masa budidaya. Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi para petani yang menggantungkan penghasilan dari usaha perikanan di Waduk Kedung Ombo.
Petani berharap pemerintah segera memberikan pendampingan serta langkah antisipasi untuk mengurangi dampak fenomena upwelling di masa mendatang. Mereka juga mengimbau sesama pembudidaya agar meningkatkan pemantauan kualitas air, terutama saat terjadi perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu naiknya air dasar waduk ke permukaan.
Fenomena upwelling merupakan kejadian alam yang dapat terjadi di perairan waduk ketika lapisan air bawah yang memiliki kandungan oksigen rendah naik ke permukaan. Kondisi ini sering dipicu oleh perubahan cuaca, angin kencang, maupun penurunan suhu secara mendadak, dan dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem peringatan dini dan pengelolaan budidaya perikanan yang lebih adaptif agar kerugian serupa dapat diminimalkan di masa depan.
(Reina)
