ITime. Id.Salatiga –27 Juli 2026 Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali berbagai permainan anak tradisional yang mulai jarang dimainkan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai, permainan tradisional kembali diperkenalkan sebagai sarana edukasi, hiburan, sekaligus mempererat kebersamaan antar anak.
Berbagai permainan seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, lompat tali, congklak, hingga bentengan dimainkan dengan penuh antusias oleh anak-anak. Suasana penuh keceriaan terlihat saat mereka berlari, tertawa, dan bekerja sama dalam setiap permainan.
Selain memberikan hiburan, permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Aktivitas tersebut mampu melatih kemampuan motorik, meningkatkan kreativitas, mengasah strategi berpikir, membangun kerja sama, serta menanamkan nilai sportivitas dan kejujuran sejak usia dini.
Peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bagi orang tua, guru, dan masyarakat agar memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain secara aktif di luar rumah. Dengan demikian, mereka tidak hanya bergantung pada permainan digital, tetapi juga dapat mengenal budaya bangsa melalui permainan warisan leluhur.
Melalui kegiatan ini diharapkan permainan tradisional tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi muda. Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk mengembalikan keceriaan masa kecil melalui permainan yang sarat nilai budaya, pendidikan, dan kebersamaan.
(Reina)
