ITime.id .Wonosobo –27 Juli 2026 .Prosesi pemotongan rambut gimbal di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, hingga kini masih menjadi salah satu tradisi adat yang terus dilestarikan masyarakat. Ritual yang dikenal sebagai ruwatan rambut gimbal ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat nilai spiritual, sejarah, dan kearifan lokal.
Dalam kepercayaan masyarakat Dieng, anak yang memiliki rambut gimbal alami dipercaya memperoleh titipan dari leluhur. Karena itu, rambut tersebut tidak boleh dipotong sembarangan. Prosesi pemotongan hanya dapat dilakukan setelah sang anak sendiri meminta rambutnya dipotong dan seluruh permintaannya dipenuhi oleh keluarga. Permintaan tersebut bisa berupa makanan, mainan, hewan ternak, hingga barang-barang tertentu.
Sebelum prosesi pemotongan dilakukan, anak-anak berambut gimbal mengikuti kirab budaya dan ritual penyucian. Setelah doa-doa adat dipanjatkan oleh pemangku adat, rambut gimbal dipotong sebagai simbol pelepasan berbagai hal buruk sekaligus harapan agar anak tumbuh sehat, bahagia, dan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Helai rambut yang telah dipotong kemudian dilarung sebagai bagian dari rangkaian ritual.
Budayawan dan tokoh masyarakat Dieng menilai tradisi ini merupakan identitas budaya yang harus dijaga. Selain mengandung nilai spiritual, prosesi ruwatan rambut gimbal juga menjadi daya tarik wisata budaya yang setiap tahunnya menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan secara langsung keunikan adat masyarakat Dieng.
Ritual ruwatan rambut gimbal sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penetapan tersebut menjadi bukti bahwa tradisi ini memiliki nilai penting dalam menjaga kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat identitas masyarakat Dieng di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat berharap generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan leluhur. Prosesi pemotongan rambut gimbal bukan hanya menjadi simbol adat, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
