ITime.id .Jakarta –5 Agustus 2026 .Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mencopot sebanyak 137 kepala dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari evaluasi nasional. Kebijakan tersebut merupakan bentuk penerapan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan makanan maupun praktik korupsi dalam pelaksanaan program.
Kepala BGN menegaskan bahwa keselamatan penerima manfaat, terutama siswa sekolah, menjadi prioritas utama. Seluruh dapur MBG diwajibkan mematuhi standar keamanan pangan, kebersihan, serta tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel.
Pencopotan ratusan kepala dapur dilakukan setelah hasil evaluasi menemukan berbagai pelanggaran, mulai dari kelalaian dalam pengolahan makanan, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), hingga dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Langkah ini juga menjadi respons atas sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah. BGN menegaskan bahwa setiap insiden akan diusut secara menyeluruh dan tidak ada toleransi bagi pihak yang terbukti lalai ataupun melakukan penyalahgunaan wewenang.
Selain melakukan pergantian kepala dapur, BGN akan memperketat pengawasan melalui inspeksi rutin, peningkatan pelatihan bagi petugas dapur, serta sistem evaluasi berkala. Tujuannya agar kualitas makanan yang disajikan tetap memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, keberhasilan program dinilai tidak hanya bergantung pada kecukupan gizi, tetapi juga pada integritas pengelolaan serta keamanan makanan yang diberikan.
BGN berharap langkah tegas tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pelaksana program agar bekerja secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan penerapan kebijakan zero tolerance, pemerintah optimistis pelaksanaan Program MBG dapat berjalan lebih baik, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Reina)
