ITime.id .Blora – 7 Agustus 2026 .Musim kemarau yang semakin panjang mulai berdampak serius di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sungai Gabus yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat dan lahan pertanian dilaporkan mengering. Akibatnya, sekitar 300 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah. Retakan tanah mulai terlihat di sejumlah area persawahan, sementara tanaman padi dan palawija menunjukkan gejala kekeringan akibat minimnya suplai air.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, seperti penyaluran bantuan pompa air, distribusi air bersih untuk kebutuhan masyarakat, hingga upaya irigasi darurat agar kerugian petani tidak semakin besar.
Selain mengancam hasil panen, kekeringan juga berpotensi memengaruhi perekonomian masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya hujan dalam waktu dekat, luas lahan terdampak dikhawatirkan akan terus bertambah.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi serta peringatan dari pemerintah daerah terkait perkembangan musim kemarau. Para petani juga disarankan memanfaatkan sumber air alternatif yang masih tersedia serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperoleh bantuan pengairan.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dampak musim kemarau ekstrem semakin nyata dirasakan di berbagai wilayah. Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan. Berdasarkan prakiraan musim, sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih berpotensi mengalami kondisi kering pada periode ini.
(Reina)
