ITime.id – Bogor 11 Nivember 2025 .
Di balik kesejukan dan hijaunya hutan di kawasan Bogor, tersimpan sebuah kisah yang tak pernah lekang dimakan waktu. Gua Grdawang—nama yang jarang disebut di peta wisata—menyimpan misteri yang membuat bulu kuduk berdiri bagi siapa pun yang berani mendekat.
Terletak di sebuah lereng hutan lembap yang jarang dikunjungi pendaki, Gua Grdawang sering disebut warga sekitar sebagai “pintu antara dunia”. Dari luar, gua ini tampak biasa—mulutnya kecil, nyaris tertutup semak dan akar pohon besar. Namun begitu melangkah masuk, hawa dingin bercampur lembab langsung menyergap. Aroma tanah basah dan belerang samar tercium, menambah kesan angker yang tak terjelaskan.
Beberapa penjelajah lokal mengaku mendengar bisikan halus di dalam gua, seolah seseorang memanggil nama mereka dari kejauhan. Uniknya, setiap nama yang disebut selalu berbeda, dan seringkali tak ada satu pun dari rombongan yang bernama demikian.
“Waktu itu kami berlima, tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil ‘Wira’. Padahal tidak ada yang bernama Wira di antara kami,” tutur Arif, salah satu penjelajah yang pernah masuk ke gua tersebut.
Menurut kepercayaan warga sekitar, suara itu berasal dari penunggu gua—makhluk halus yang dipercaya menjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia gaib. Dalam cerita turun-temurun, Gua Grdawang diyakini menjadi tempat bersemayam arwah prajurit zaman kerajaan Pajajaran yang gugur dan tak sempat dimakamkan.
Selain suara misterius, beberapa warga juga melaporkan kemunculan cahaya biru lembut di dalam gua saat malam bulan purnama. Cahaya itu muncul perlahan dari dasar gua, lalu menghilang tanpa jejak. Anehnya, bersamaan dengan cahaya tersebut, udara di sekitar gua akan beraroma harum seperti bunga melati—sesuatu yang mustahil di tengah hutan liar.
“Seolah ada yang lewat membawa dupa atau bunga. Tapi ketika kami cari sumbernya, tak ada apa-apa,” ujar salah seorang warga Desa Ciburayut yang rumahnya tak jauh dari lokasi gua.
Kisah lain yang tak kalah menyeramkan datang dari penjelajah yang pernah bermalam di sekitar gua. Mereka mengaku melihat jejak kaki manusia di sekitar mulut gua, padahal tak ada seorang pun yang datang atau pergi. Lebih aneh lagi, jejak itu selalu basah, seakan baru saja diinjak seseorang, dan tetap ada meski tanah sudah kering.
Warga meyakini jejak itu milik penunggu Grdawang yang dikenal dengan sebutan “Ki Sadarang”—sosok tua berjubah putih yang konon muncul hanya pada saat hujan deras di tengah malam.
Bagi sebagian orang, Gua Grdawang bukan sekadar tempat misterius, melainkan juga lokasi meditasi dan tirakat. Beberapa tokoh spiritual dari daerah Bogor dan Sukabumi kerap datang untuk melakukan ritual semadi sunyi. Mereka percaya gua ini memiliki energi alam yang kuat dan bisa membuka mata batin.
Namun, tak sedikit pula yang memperingatkan agar tidak main-main di sekitar gua, terutama bagi orang yang hatinya goyah atau berniat buruk. “Kalau hatimu gelap, gua itu akan menelanmu,” begitu pesan para tetua kampung.
Hingga kini, belum ada penelitian resmi mengenai fenomena yang terjadi di Gua Grdawang. Namun bagi masyarakat sekitar, legenda itu bukan sekadar cerita pengantar tidur—melainkan bagian dari keyakinan dan penghormatan terhadap alam.
Gua Grdawang tetap menjadi misteri hidup yang menyelimuti hutan Bogor. Di balik sunyinya pepohonan dan gemericik air yang mengalir di sela bebatuan, ada kisah tak kasatmata yang menunggu untuk ditemukan… atau mungkin, sebaiknya dibiarkan tetap menjadi rahasia.
Reina

