
ITime.id – Jawa Timur. 11 November 2025 .
Provinsi Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan keramahan masyarakatnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah masa lalu yang megah dalam bentuk candi-candi peninggalan kerajaan kuno. Setiap candi di wilayah ini menjadi saksi bisu kejayaan masa Hindu-Buddha, sekaligus menjadi magnet wisata budaya yang terus hidup hingga kini.
Salah satu yang paling terkenal adalah Candi Penataran di Blitar. Candi ini merupakan kompleks candi terbesar di Jawa Timur yang dibangun pada masa Kerajaan Kediri dan Majapahit. Relief-relief di dindingnya menggambarkan kisah Ramayana dan legenda keagamaan lain, menjadi bukti betapa majunya seni pahat dan spiritualitas masyarakat masa itu. Kini, Candi Penataran menjadi destinasi wisata budaya yang ramai dikunjungi, terutama saat upacara adat dan pertunjukan seni daerah digelar.
Tak kalah memikat, Candi Singosari di Kabupaten Malang menjadi saksi bisu kebesaran Kerajaan Singhasari. Arsitekturnya yang khas memadukan unsur Hindu dan Buddha, menunjukkan toleransi dan kebijaksanaan para penguasa zaman dahulu. Di sekitar kawasan ini, wisatawan dapat menemukan peninggalan arca Dwarapala raksasa dan situs-situs purbakala lain yang masih terawat dengan baik.
Kemudian, ada Candi Jawi di Prigen, Pasuruan, yang unik karena berdiri di kaki Gunung Welirang dengan panorama alam mempesona. Candi ini dipercaya sebagai tempat penyimpanan abu Raja Kertanegara, penguasa terakhir Singhasari. Keindahan arsitektur batu andesitnya berpadu sempurna dengan hawa sejuk pegunungan, menjadikannya tujuan wisata spiritual sekaligus tempat menenangkan diri.
Sementara di Mojokerto, Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu menjadi bukti kemegahan era Majapahit. Candi Tikus dikenal karena bentuknya menyerupai pemandian kerajaan, diduga menjadi tempat penyucian para bangsawan. Sedangkan Candi Bajang Ratu memiliki gerbang indah yang menjadi simbol kebesaran arsitektur Majapahit. Lokasi keduanya kini menjadi kawasan wisata sejarah yang sering dikunjungi pelajar dan peneliti budaya.
Selain nilai historisnya, candi-candi di Jawa Timur juga menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat sekitar. Banyak warga yang masih menjaga tradisi ritual di area candi seperti bersih desa, nyadran, dan upacara selamatan bumi. Nilai spiritual dan budaya ini memperkaya daya tarik wisata, menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar visual, tetapi juga batiniah.
Pemerintah daerah bersama masyarakat terus mendorong pelestarian candi-candi ini melalui program wisata budaya berkelanjutan. Upaya perawatan, promosi digital, hingga kegiatan edukatif di kawasan cagar budaya menjadi langkah penting agar generasi muda tidak melupakan akar sejarahnya.
“Candi bukan hanya batu tua, melainkan cermin peradaban dan jati diri bangsa,” ujar salah satu pegiat budaya di Blitar. “Setiap relief adalah cerita, setiap batu adalah doa yang diwariskan nenek moyang.”
Dengan pesona sejarah, keindahan alam, dan kentalnya nuansa spiritual, candi-candi di Jawa Timur menjadi destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi. Mengunjungi situs-situs bersejarah ini bukan hanya perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan hati untuk memahami kebesaran masa lalu Nusantara.
Reina
