Itime.id. PATI –21 Juli 2026 .Industri ikan pindang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menunjukkan ketangguhannya meski menghadapi dampak fenomena El Niño yang memengaruhi sektor perikanan. Para pelaku usaha di sentra pengolahan ikan, khususnya di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, tetap menjaga produksi agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi.
Di tengah tantangan perubahan cuaca dan pasokan ikan yang fluktuatif, para pengusaha ikan pindang masih mampu mempertahankan aktivitas produksi. Rata-rata produksi mencapai sekitar satu ton per hari dengan hasil yang dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah maupun luar provinsi.
Pelaku usaha mengakui bahwa fenomena El Niño membawa tantangan tersendiri, terutama bagi nelayan yang harus menyesuaikan waktu melaut akibat perubahan kondisi cuaca. Meski demikian, kolaborasi antara nelayan, pedagang, dan pengolah ikan menjadi kunci agar rantai pasok tetap berjalan.
Selain menjaga kualitas produk, para produsen juga terus mempertahankan cita rasa khas ikan pindang yang telah menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Pati. Produk tersebut masih diminati masyarakat karena harganya terjangkau, bergizi, dan memiliki daya simpan yang relatif baik.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terus mendorong penguatan sektor perikanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan ketahanan pangan, serta pendampingan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Ketahanan industri ikan pindang di Pati menjadi bukti bahwa sektor usaha berbasis perikanan masih memiliki daya saing yang kuat. Dengan inovasi, kerja sama, dan dukungan berbagai pihak, industri tradisional ini diharapkan mampu terus berkembang sekaligus menjaga perekonomian masyarakat pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.
(Reina)
